Cerita Mesum Nyata kali ini berjudul "Skandal Seks Murid Dengan Kepala Sekolah". kami juga menyediakan berbagai cerita mesum lainnya. daparkan juga free cerita dewasa, cerita mesum, cerita hot, cerita pendek dewasa, cerita pendek romantis, cerita pendek, cerita hot dewasa dan cerita dewasa lainnya.
sebut saja namaku Rendy, umurku sekarang 28 tahun, tinggi badan sekitar 175 cm, dan berat badan 75 kg. Aku adalah seorang lelaki yang sudah memiliki istri, dan bekerja sebagai sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta di semarang.
menurut rekan guru dan murid disekolah, saya dapat dikatakan seorang guru yang ganteng serta memiliki tubuh yang proposional sehingga banyak guru wanita dan murid lainnya menggodaku, namun selama itu aku sikapi dengan santai dan cuek. Dalam
pernikahanku yang sudah aku jalani selama 3 tahun ini, aku termasuk
seorang suami yang tergolong dalam kategori suami yang setia.
Aku tergila-gila pada sebuah sensasi bahkan aku sudah sempat memikirkan
sesuatu yang mesum saat melihat murid putri memakai pakaian olahraga
yang basah oleh keringat. Aku menjadi hypersex dan itu juga diungkapkan
oleh istriku yang kewalahan melayani nafsuku yang menggebu. Pada akhir
tahun ajaran, aku memperketat penilaianku terhadap siswi kelas 3 yang
akan menghadapai kelulusan, terutama siswi yang tergolong manja dan
sering membolos.
Dalam 4 hari ujian praktek olahraga aku memilih dan memilih siswi
yang aku anggap cantik. Dengan alasan yang aku buat-buat tetapi logis
aku mengajukan praktek susulan untuk mereka kepada kepala sekolah. Linda
sempat menolak usulanku, tetapi dengan kegigihan dan rayuanku dia
menyetujuinya. Risya, Lita, Astrina dan Fitri adalah 4 sekawan yang
membentuk sebuah Grup, mereka kompak dan sering membolos jam olahraga.
Aku memanggil mereka melalui Bu Rini, guru BP yang sering diledek
mereka dengan sebutan perawan tua karena sudah 30 tahun tetapi belum
menikah. Aku menyusun jam Praktek susulan pada siang hari, yakni jam
13:30 WIB dengan alasan sekalian untuk menghukum mereka karena dari
cerita teman-temanya mereka berempat naik angkutan saat ujian berlari 3
km. Tampak wajah jahil dan badung mereka tidak lagi tampak pada siang
itu.
Karena tidak terbiasa dengan olahraga mereka-pun saat itu mengeluh
panas dan memelas untuk meringankan ujian prakteknya. Dengan tegas aku
jawab tidak!! Aku mengikuti mereka berlari dari belakang, dengan
mengendarai motor tentunya. Baru setengah jalan mereka sudah lelah dan
terengah bahkan sempat berkata menyerah tetapi aku tidak menggubrisnya.
Fisik mereka lemah dan menjadi pembenar bahwa mereka anak mama yang
manja dan pamer harta.
Ketika itu kira-kira 2 jam lebih mereka baru sampai garis akhir,
sangat mengherankan. Tanpa membuang waktu aku langsung melanjutkan
penilaianku untuk basket, voley dan aku tutup dengan push-up dan
site-up!! Hari semakin gelap saat mereka selesai melakukan ujian praktek
dan tanpa ampun aku mengumumkan penilaianku bahwa nilai mereka malah
jauh dibawah nilai yang aku buat kemarin dan memintanya untuk
mengulanginya kembali esok pagi.
Mendengar itu Astrina langsung pingsan dilapangan dan keadaan menjadi
panik begitu juga denganku tetapi aku bersikap tenang. Aku papah tubuh
Astrina menuju ruang UKS dan membaringkanya di tempat tidur. Risya
mengoleskan alkohol di hidungnya dan membuatnya terbangun. Serentak
mereka memohon untuk diluluskan, dengan menawarkan uang, laptop,
handphone dan lainya tetapi aku tetap menjawab tidak.
Mereka semakin kalut, takut dimarahi orang tua dan malu pada
teman-temanya. Dengan agak ragu, aku mengutarakan syarat agar mendapat
nilai bagus. Mereka serentak menjawab iya, padahal aku belum
mengutarakan syarat yang akan aku berikan,
“ Oke, sekrang aku kasih tahu syaratnya, kalian kalau mau lulus kalian harus mengganti waktu nikmatku !!! ”, Ucapku.
“ Waktu nikmat apa maksudnya pak ??? ”, tanya Lita dengan polosnya.
“ Hemmm… arti kata dari waktu nikmaku adalah, karena aku sibuk dengan memberikan ujian praktek kalian, jadi waktu becintaku dengan istriku terganggu kalian, jadi kalian harus mau bercinta denganku agar kalian lulus !!! ”, Ucapku tegas pada mereka ber-4.
“ Oke, sekrang aku kasih tahu syaratnya, kalian kalau mau lulus kalian harus mengganti waktu nikmatku !!! ”, Ucapku.
“ Waktu nikmat apa maksudnya pak ??? ”, tanya Lita dengan polosnya.
“ Hemmm… arti kata dari waktu nikmaku adalah, karena aku sibuk dengan memberikan ujian praktek kalian, jadi waktu becintaku dengan istriku terganggu kalian, jadi kalian harus mau bercinta denganku agar kalian lulus !!! ”, Ucapku tegas pada mereka ber-4.
Sesaat mereka-pun terdiam tanpa kata, apalagi Risya dan Astrina yang sangat keberatan karena masih perawan. Sementara Lita dan Fitri sudah sering bersetubuh dengan pacarnya. Aku meminta mereka memikirkanya dulu dan menujarnya besok pagi. Aku pulang dengan penuh kemenangan dan menanti esok hari dengan hati yang berseri.
Hari yang indah itu datang bersamaan dengan datangnya SMS dari Lita yang menyatakan mereka mau menerima persyaratanku.
Risya dan Lita di pagi hari serta Fitri dan Astrina di sore hari, aku
membagi mereka menjadi dua eksekusi dan masing-masing dengan satu
perawan. Aku langsung menyuruh Risya dan Lita menuju hotel yang sudah
aku booking. Begitu masuk kamar, mereka langsung gugup. Saat itu mereka
gugup karena melihatku hanya memakai handuk dan memasang aksi siap
bertempur diatas kasur.
Aku langsung menyuruh mereka melepaskan semua seragam sekolahnya dan
menyisakan CD dan BHnya saja. Risya tampak takut dan malu walau akhirnya
membugili tubuhnya, berbeda dengan Lita yang sepertinya terbiasa
bersetubuh. Sebagai gambaran, Risya cukup manis, berkulit kuning langsat
dan kutilang darat. Sedangkan Lita kebalikanya, dia putih, cantik dan
berbody semok dengan tinggi 165cm bahkan dadanya jumbo untuk ukuran anak
SMA sekitar 34 B.
Risya disebelah kiriku dan Lita disebelah kananku aku peluk dengan
perasaan seperti raja yang diapit permaisuri dan selirnya. Aku ciumi
bibir Risya dan langsung aku remas buah dada-nya yang imut, sementara
Lita aku suruh memainkan bagian bawah tubuhku. Dengan sigap Lita
membungkuk dan membuka handukku dengan mulutnya, menjilati penis-ku
seperti sebuah lolipop sambil mengocoknya.
Aku terkejut denga keterampilanya dalam memainkan penis, mungkin
sudah biasa pikirku. Sementara Risya mulai terbawa arus dan membalas
ciumanku dengan hisapan dan belaian diperutku. Tangan kiriku inten
meremas dan memainkan buah dada Risya sementara tangan kiriku mengelus
dan menggesek belahan pantat Lita yang masih terbungkus celana dalam,
“ Eummm… Ssss… Aghhhhh… Pak… Oughhh… ”, desah Lita.
“ Ris, biasa saja seperti Lita tuh lahap banget, anggap saja aku pacarmu ”, ucapku mengarahkan Risya.
“ Iya Pak, tapi sambil menutup mata ya Pak ??? tanya Risya.
“ Yaudah terserah kamu aja deh Ris… ”, ujarku
Saat itu Risya-pun mengambil dasinya dan menutup matanya. Tidak kusangka kini Risya-pun dengan liarnya mulai menciumku bahkan tidak sungkan menjilati seluruh leher dan dadaku sambil menungging. Kini kedua tanganku sibuk mengelus dua Vagina para gadis ini, tangan kiriku mengelus Vagina Risya dan tanagn kanan-ku mengelus Vagina Lita. Kemudian aku-pun menarik dan melepasakan celana dalam mereka.
“ Ris, biasa saja seperti Lita tuh lahap banget, anggap saja aku pacarmu ”, ucapku mengarahkan Risya.
“ Iya Pak, tapi sambil menutup mata ya Pak ??? tanya Risya.
“ Yaudah terserah kamu aja deh Ris… ”, ujarku
Saat itu Risya-pun mengambil dasinya dan menutup matanya. Tidak kusangka kini Risya-pun dengan liarnya mulai menciumku bahkan tidak sungkan menjilati seluruh leher dan dadaku sambil menungging. Kini kedua tanganku sibuk mengelus dua Vagina para gadis ini, tangan kiriku mengelus Vagina Risya dan tanagn kanan-ku mengelus Vagina Lita. Kemudian aku-pun menarik dan melepasakan celana dalam mereka.
Sehingga kini nampak sebuah 2 gundukan Vagina yang lembut dan
ditumbuhi rambut keriting khas wanita. Saat itu aku melihat dua-dua-nya
sama indahnya, mana yang akan aku eksekusi duluan? Aku memilih Risya
untuk menjadi yang pertama serta Lita menjadi pembimbingnya sambil
memberikan rangsangan tentunya. Kemudian dngan perlahan Risya-pun
mengambil posisi WOT (women on top) dengan meraba karena matanya masih
tertutup.
Lalu sementara Lita mengarahkan Penisku ke dalam vagina Risya dan memasukkanya pelan-pelan,
“ Oughhhhhh…. Ssssssss…. Sakit Pak… ” jerit Risya merasakan sakit.
“ Oughhhhhh…. Ssssssss…. Sakit Pak… ” jerit Risya merasakan sakit.
Mendengar jeritan Risya kemudian Lita-pun menutup mulut Risya dengan
menyumpal memakai celana dalamnya. Kini Penis-ku langsung merobek
selaput dara Risya, sementara Lita memegangi pinggang Risya dan
menggerakkanya maju mundur. Risya hanya bisa bergumam dan merintih
menahan perih tetapi tidak jelas terdengar. Gilak, benar-benar nikmat
sekali Vagina perawan ini, rasanya seperti diremas remas Penisku.
Setelah beberapa saat bergoyang dan semakin becek, Lita-pun
melepaskan celana dalamnya dari mulut Risya hingga terdengarlah suara,
“ Oughhh… Aghhh… Ssssss… Aghhhh… ”, desah Risya terdengar sangat nikmat dan merdu.
Nampaknya saat itu Lita sepertinya terangsang hebat, mendadak dia
mengambil bantal yang mengganjal kepalaku dan mendadak duduk berjongkok
diatas wajahku. Kurang ajar nih murid, masa wajah gurunya di kasih
pantat, sunguh Improvisasi yang sangat hebat. Saat itu aku tahu apa
maksudnya. Kemudian aku-pun langsung menjulurkan lidah dan menjilati
Vagina-nya dengan lahap, dan Sementara Lita dan Risya berciuman dan
saling meremas memainkan puting.
Dalam hati aku berkata, ini namanya pemaksaan yang berakhir dengan kenikmatan dan kerelaan nih, haha. Lanjut,
Mereka berdua-pun mendesah bersahutan, dan saat itu Vagina Risya mendadak menyemburkan lendir kawinnya serta menyerahkan tahta penis-ku kepada Lita. Seperti tidak sabar, Lita langsung menggoyang penis-ku dengan cepat, dalam dan ada kedutan seperti mengenyot dari dinding Vagina-nya.
Mereka berdua-pun mendesah bersahutan, dan saat itu Vagina Risya mendadak menyemburkan lendir kawinnya serta menyerahkan tahta penis-ku kepada Lita. Seperti tidak sabar, Lita langsung menggoyang penis-ku dengan cepat, dalam dan ada kedutan seperti mengenyot dari dinding Vagina-nya.
Aku mendesah dan karena sudah bernafsu, mulai tanpa malu melumat
bibirku dengan ganasnya sambil mengarahkan tanganku agar menyentuh
Vagina-nya. Nampak di mataku saat itu darah segar perawan Risya masih
menetes dan melekat di jariku, kemudian Risya,
“ Pak, aku sudah mengorbankan perawanku, maka nilaiku harus 9 ya Pak !!! ”, ucapnya padaku.
“ Siap deh Ris, pokoknya beres, Emuaaachhh… ”, ujarku kemudian aku melumat bibirnya.
“ Dasar bapak ini, kalau dari awal cuma minta dikelonin, bapak nggak usah pakai nyiksa kita-kita buat pana-panasan segaka Pak ? ”, oceh Lita.
“ Udah nggak usah banyak omong, udah buruan goyangin bapak aja !!! ”, ucapku.
“ Siap deh Ris, pokoknya beres, Emuaaachhh… ”, ujarku kemudian aku melumat bibirnya.
“ Dasar bapak ini, kalau dari awal cuma minta dikelonin, bapak nggak usah pakai nyiksa kita-kita buat pana-panasan segaka Pak ? ”, oceh Lita.
“ Udah nggak usah banyak omong, udah buruan goyangin bapak aja !!! ”, ucapku.
Kemudian saat itu kami-pun terus bergulat nikmat, dengan berbagai
posisi sex hingga akhirnya aku tidak kuat menahan badai klimaks di
sekujur tubuhku. Dengan cepat Lita melepaskan penis-ku dari cengkeraman
Vagina-nya dan menarik wajah Risya untuk melumat penis-ku hingga mentok
di tenggorokan serta menahannya agar tidak bergerak,
“ Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt… ”,
“ Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt… ”,
Pada akhirnya seluruh air maniku tertumpah dalam mulut Risya, bahkan
saking begitu banyaknya pejuhku, Riysa-pun sampai tersedak. Risya yang
tak sempat berpikir dan tidak tahu tampak marah tetapi Lita
menanggapinya dengan gurauan saja. Aku tertawa saja melihat tingkah
konyol mereka,
“ Ris, kini kamukan udah merasakan air maniku, berarti kamu nggak akan bisa melupakan bapak dong Ris, hhaaa… ”, ucapku girang.
“ Ya iyalah, nggak mungkin aku bisa lupa sama bapak, bapak-kan udah merenggut keperawanaku dan lagi bapak mengambil keperawananku dengan paksaan, Huhh ”, ujarnya sedikit kesal nampaknya.
Karena hubungan sex ini, akupun jadi teringat dengan kata-kata seorang filosofi yang mengatakan “ Sex membuat pelakunya menjadi rilex dan dekat ” ternyata pernyataan itu benar! Kami akhirnya kembali berpelukan, saling bercerita terutama saat praktek kemarin sambil menunggu Astrina dan Fitri mengaplaus mereka. Dalam perbincangan itu, terbersit sebuah fakta bahwa mereka sebenarnya mau dan senang banget melayaniku.
Karena saat itu mereka ber-4 sempat bertaruh siapa yang dapat
menaklukkan hatiku, tetapi jika harus bersetubuh bersama, mereka risih
dan malu walau mereka sudah terbiasa mandi bersama,
“ Enakan juga sendirian Pak, kan kita bisa bebas mengekspresikan diri dengan gaya sex apapun ”, ucap Lita.
“ Enakan juga sendirian Pak, kan kita bisa bebas mengekspresikan diri dengan gaya sex apapun ”, ucap Lita.
“ Bener juga tuh Pak kata Lita,hahaha ”, ucap Risya menambahkan.
Rupanya kekesalan tadi hanya sandiwara saja, mendengar perkataan Risya
aku yakin dia tidak menyesal memberikan keperawananya padaku. Lalu,
“ Yaudah kalian kasih kabar ke Fitri yah biar dia datang sendirian dan bebas berexpresi seperti kata kalian ”, ujarku pada mereka.
“ Ah bapak nggak adil banget sih, masak kita barengan mereka sendiri-sendiri ”, ucap Lita protes padaku.
“ Udah kalian jangan iri, kapan-kita kita sambug lagi ”, ujarku dengan percaya dirinya.
Saat itu hatiku berbunga-bunga disanjung oleh 2 ABG yang cantik dan hot ini, bahkan aku menjadi tahu bahwa disekolah itu aku menjadi guru favorit untuk para siswi. Karena Fitri hampir datang, mereka berpamitan untuk pulang dan tanpa sungkan meminta uang transport kepadaku.
“ Yaudah kalian kasih kabar ke Fitri yah biar dia datang sendirian dan bebas berexpresi seperti kata kalian ”, ujarku pada mereka.
“ Ah bapak nggak adil banget sih, masak kita barengan mereka sendiri-sendiri ”, ucap Lita protes padaku.
“ Udah kalian jangan iri, kapan-kita kita sambug lagi ”, ujarku dengan percaya dirinya.
Saat itu hatiku berbunga-bunga disanjung oleh 2 ABG yang cantik dan hot ini, bahkan aku menjadi tahu bahwa disekolah itu aku menjadi guru favorit untuk para siswi. Karena Fitri hampir datang, mereka berpamitan untuk pulang dan tanpa sungkan meminta uang transport kepadaku.
Dasar ABG jaman sekarang, ucapku dalam hati. Tidak lama setelah Lita dan Risya pergi terdengar ada ketukan pintu,
“ Thok… thok… thok… ”, suara ketukan.
“ Thok… thok… thok… ”, suara ketukan.
Saat itu aku bergegas membuka pintu kamar dan mendapati sesosok ABG
berseragam putih abu-abu dengan memakai helm putih. Yah dia adalah
Fitri, asli sunda dan bertubuh sangat sempurna melebihi usianya.
Berkulit putih, berwajah cantik khas wanita Sunda, tinggi 168 cm dan
berbody sangat yahud. Maklum Fitri suka dance dan mahir tari jaipong
yang otomatis membentuk tubuhnya menjadi singset dengan pantat yang
sintal dan nungging.
Tanpa Malu dia masuk dan sama sekali tidak terkejut dengan keadaanku
yang hanya memakai celana dalam saja. Ternyata fitri adalah gadis bispak
dan itu dia lakukan untuk membiayai sekolahnya karena disini dia ikut
pamannya dan tidak pernah dikirimi uang oleh ortunya. Lalu,
“ Hemmm… kini aku harus memanggil bapak, Om atau Mas nih ??? ”, Tanya Fitri membuka obrolan.
“ Mas aja deh biar kelihatan masih muda Fit ”, ujarku.
“ Oh iya aku mandi dulu ya Mas biar wangi n hot, hehe… ”, ucapnya sembari melepaskan seragam SMA-nya.
“ Hemmm… kini aku harus memanggil bapak, Om atau Mas nih ??? ”, Tanya Fitri membuka obrolan.
“ Mas aja deh biar kelihatan masih muda Fit ”, ujarku.
“ Oh iya aku mandi dulu ya Mas biar wangi n hot, hehe… ”, ucapnya sembari melepaskan seragam SMA-nya.
Wow… indahnya tubuh Fitri, kulitnya mulus , buah dada-nya membulat sempurna dan Ouhhhh belaahan pantatnya seperti buah apel super para pembaca. Saat itu bahkan aku sampai menelan ludah mengagumi keseksianya, penis-ku mengeras dan nafasku memburu ingin segera menikmati tubuhnya. Fitri masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan semprotan shower tanpa menutup pintu.
Layaknya sebuah pertunjukan striptease, Fitri melenggak-lenggok
menari sambil memainkan shower dengan hot-nya. Aku sudah tidak tahan
dan langsung membuang handuk serta celana dalam yang sebenarnya baru aku
kenakan saat membuka pintu. Aku menghampirinya dan langsung memeluk
tubuh basahnya,
“ Hahaha… kamu udah nggak kuat ya Mas ? ”, ucap-nya manja dan centil.
“Kamu nakal banget ya Fit ternyata, sampai-samapai aku nggak tahan ngelihatin kamu ”, ucapku sembari meraba tubuhnya yang sexy sekali itu,
“ hahaha, kemarin Mas ngerjain aku lari sampai lemes, sekarang Mas aku kerjain gantian, hha… Weeek… ”, ujarnya.
“ Ohhh gitu ya, rupanya kamu ingin membalas ya, hha… oke deh… ? Ucapku sambil mencubit putingnya yang mengacung.
“ Hahaha… kamu udah nggak kuat ya Mas ? ”, ucap-nya manja dan centil.
“Kamu nakal banget ya Fit ternyata, sampai-samapai aku nggak tahan ngelihatin kamu ”, ucapku sembari meraba tubuhnya yang sexy sekali itu,
“ hahaha, kemarin Mas ngerjain aku lari sampai lemes, sekarang Mas aku kerjain gantian, hha… Weeek… ”, ujarnya.
“ Ohhh gitu ya, rupanya kamu ingin membalas ya, hha… oke deh… ? Ucapku sambil mencubit putingnya yang mengacung.
Saat itu kami langsung berpelukan erat dan beradu bibir dengan hot sambil meraba menjelajahi tubuh halusnya, sangat nikmat dan busa sabun cair membuat suasana semakin mesra. Membuat elusanku semakin lembut, licin dan nyaman. Pantatnya menggeliat menggelitik penis-ku membalas perlakuanku yang terus-terusan meremas dan memainkan buah dada bulatnya.
Gilakkk, bisa-bisa aku tidak kuat jika harus terus bercumbu dengan
Fitri yang hot ini. Apalagi staminaku sudah terkuras oleh Lita dan
Risya. Buru-buru aku menggendong tubuhnya dan melemparnya keatas kasur
serta langsung menindihnya,
“ Aghhh… Mas jorok ah, Fitri kan masih penuh busa sabun?? ”, ucapnya protes padaku.
“ Udah biarin aja sih Fit, ntarkan juga dibersihkan sama orang hotel ”, ujarku.
Saat itu aku melumat habis kedua buah dada-nya, meremas dan terus memilin putingnya yang merah mengacung. Fitri terus melenguh dan memejamkan mata menikmati setiap detik cumbuanku. Kebawah aku terus mencium dan menjilat lembut kulitnya, menyusuri perut hingga ke selangkanganya. Jembutnya begitu lembut, tidak terlalu keriting bahkan hampir lurus… aku tergoda sekali dan melahapnya.
Aku cium bibir vaginanya sambil menggigit mesra dengan bibirku,
“ Oughhhhhh…. Sssssssssshhh… ”, desah Fitri sembari menjambak rambutku lirih.
“ Ssss… geli Mas, jangan begitu aku malu Mas, Aghhh… ”, sambungnya.
“ Tapi enak kan Fit, hhe… !!! ”, ujarku sambil sengaja menggigitnya agak kuat dan memasukkan ujung jari telunjukku kedalam Vagina-nya.
“ Ouhhhh… agh… Agh… Aaaghhhhh… ”, desahnya sembari membelai rambutku.
“ Ssss… geli Mas, jangan begitu aku malu Mas, Aghhh… ”, sambungnya.
“ Tapi enak kan Fit, hhe… !!! ”, ujarku sambil sengaja menggigitnya agak kuat dan memasukkan ujung jari telunjukku kedalam Vagina-nya.
“ Ouhhhh… agh… Agh… Aaaghhhhh… ”, desahnya sembari membelai rambutku.
Kurasakan saaat itu tidak ada rasa amis atau-pun asin di Vaginanya,
sangat bersih dan terawat semakin terasa lezat dan memikat. Aku mulai
memaju mundurkan jariku, mengocoknya dan menggelitik ruang di Vaginanya
dengan memutar-mutar jariku.
“ Oughhhhh… Mas, buruan masukin aja kontol kamu ”, pintanya.
“ Sabar dulu ya Fitri sayang, bentar lagi yah… ”, ujarku.
Saat itu aku-pun mempercepat kocokanku dan semakin dalam, terus hingga jariku tidak tersisa. Mendadak gerakan tubuhnya menjadi liar dan binal, pantatnya naik turun dengan kepala mendongak keatas serta kaki menendang-nendang tubuhku. Aku tetap mengocoknya, terus dan teruuuuuuuuuuuuuuuss hingga muncratlah lendir kawinnya ke bibirku. Fitri-pun bergumam dan terengah dengan tubuh yang semakin basah, basah oleh air dan bercampur dengan keringat.
“ Sabar dulu ya Fitri sayang, bentar lagi yah… ”, ujarku.
Saat itu aku-pun mempercepat kocokanku dan semakin dalam, terus hingga jariku tidak tersisa. Mendadak gerakan tubuhnya menjadi liar dan binal, pantatnya naik turun dengan kepala mendongak keatas serta kaki menendang-nendang tubuhku. Aku tetap mengocoknya, terus dan teruuuuuuuuuuuuuuuss hingga muncratlah lendir kawinnya ke bibirku. Fitri-pun bergumam dan terengah dengan tubuh yang semakin basah, basah oleh air dan bercampur dengan keringat.
Tak ingin kehilangan momen, aku langsung membuka paahanya
lebar-lebar, mengganjal pantatnya dengan bantal kemudian langsung
menyerangnya dengan penis-ku,
“ Blesssssssssssssss…. ”,
“ Blesssssssssssssss…. ”,
Pada akhirnya penis-ku melengkung memasuki Vagina-nya, menandakan
Vagina-nya masih sempit dan butuh dorongan ekstra untuk menerobosnya.
Dengan cara maju-mundur berulang kali dan semakin cepat. Kedua buah dada
kenyalnya berayun naik turun dengan indahnya, menggoda aku untuk
meremasnya. Aku kunci posisi pahanya dengan kakiku dan aku arahkan kedua
tanganku untuk menjamah dan memerah susunya.
Kemudian aku-pun meremas kuat-kuat buah dada-nya, dan sekalian untuk berpegangan ketika aku menggenjot Vaginanya,
“ Oughhh… yeahhhh…. enak banget kontol kamu Mas ”, ucapnya memujiku.
“ Aghhh… Ssssss…. aku mau kok sering-sering memuaskan kamu Fit… Sssss… ”, ucapku merayu sembari terus menyodok Vagina Fitri.
“ Sssss… Oughhhh… kenapa gak dari dulu Mas kamu ML sama aku, aku-kan bentar lagi lulus ”, ujarnya.
“ Enakan kalau kamu udah luluslah Fit, jadi kita bisa bebas mau ngapain aja, Oughhh… ”, ujarku.
“ Aghhh… Ssssss…. aku mau kok sering-sering memuaskan kamu Fit… Sssss… ”, ucapku merayu sembari terus menyodok Vagina Fitri.
“ Sssss… Oughhhh… kenapa gak dari dulu Mas kamu ML sama aku, aku-kan bentar lagi lulus ”, ujarnya.
“ Enakan kalau kamu udah luluslah Fit, jadi kita bisa bebas mau ngapain aja, Oughhh… ”, ujarku.
Saat itu aku menggenjot semakin keras, mendorong maju hingga membuat
pantatnya terangkat dan melengkung dibagian perut. Aku merasakan rongga
Vagina Fitri lebih dalam daripada Vagina-nya Risya dan Lita. Vagina
Fitri sangat nikmat, seluruh penis-ku tertelan hingga tanpa sisa
sedikitpun. Beberapa menit dalam persetubuhan kami, kurasakan Vagina
Fitri menyemburkan lendir kawinya yang hangat.
Hal itu membuat Vagina-nya terasa semakin licin dan nikmat sekali.
Setelah dia mendapatkan orgasme pertamanya, diapun meminta untuk
berganti Posisi,
“ Masss, aku mau diatas dong ”, pinta Fitri merengek.
“ Bentar lagi yah Fit ”, ujarku menahan keinginanya sebentar.
Aku benamkan semakin dalam, terus naik-turun dan,batang kejantanku berdenyut kencang seakan mau menyemprotkan air mani. Buru-buru aku kembali mengatur tempo seranganku, sejenak berhenti dengan alasan memberinya kesempatan berposisi WOT,
“ Hemmm… Alasan… ”, ucap Fitri nampaknya tahu kalau aku tadi akan orgasme.
“ Bentar lagi yah Fit ”, ujarku menahan keinginanya sebentar.
Aku benamkan semakin dalam, terus naik-turun dan,batang kejantanku berdenyut kencang seakan mau menyemprotkan air mani. Buru-buru aku kembali mengatur tempo seranganku, sejenak berhenti dengan alasan memberinya kesempatan berposisi WOT,
“ Hemmm… Alasan… ”, ucap Fitri nampaknya tahu kalau aku tadi akan orgasme.
Kemudian Fitri-pun mulai menelan penis-ku dengan Vagina-nya. dengan
tangan bertumpu di dadaku, Fitri langsung menggoyangkan pantatnya dengan
cepat. Memutar ke kiri dengan cepat, seperti goyangan ngebor Inul,
sangat ahli memutar pantat, pujiku dalam hati. Jujur aku belum pernah
merasakan goyangan ngebor yang secepat goyanganya.
Aku sangat terangsang, merasa geli sekali dan cenut-ceut di palkonku. Spontan aku memencet putingnya dan menariknya,
“ Aghhhh… Aowwww….Aduh, sakit Mas… hhu… ”, racaunya.
“ Maafin aku ya Fit, maaf aku nggak sengaja ”, Ujarku.
Fitri tahu bahwa aku tidak tahan diperlakukan demikian, setelah mengatur posisi Fitri kembali bergoyang cepat tetapi dengan gerakan naik-turun,
“ Aghhhh… Aowwww….Aduh, sakit Mas… hhu… ”, racaunya.
“ Maafin aku ya Fit, maaf aku nggak sengaja ”, Ujarku.
Fitri tahu bahwa aku tidak tahan diperlakukan demikian, setelah mengatur posisi Fitri kembali bergoyang cepat tetapi dengan gerakan naik-turun,
“ Oughhh… Ughhhh… Sssss… ”, desahnya penuh birahi,
Kini kami kembali bersetubuh dengan goyangan yang berimbang, dan
kostan. Kira-kira sekitar 10 menit kemudian, batang penis-ku kembali
berkedut kencang dan rasanya aku tidak kuasa untuk menahan nikmat yang
luar biasa ini,
“ Oughhhh… Croottt… Croottt… Croottt… Croottt… Aghhhhh… ”,
“ Lincah sekali goyanganmu Fit, sungguh luar biasa sensasinya ”, Pujiku kepada Fitri.
“ Eummm… keluar didalem kog nggak ngomong-ngomong sih Pak ntar kalau aku hamil gimana ”, Ujarnya.
“ Oughhhh… Croottt… Croottt… Croottt… Croottt… Aghhhhh… ”,
“ Lincah sekali goyanganmu Fit, sungguh luar biasa sensasinya ”, Pujiku kepada Fitri.
“ Eummm… keluar didalem kog nggak ngomong-ngomong sih Pak ntar kalau aku hamil gimana ”, Ujarnya.
“ Maaf ya Fit habisnya aku nggak kuat nahan tadi… hehe… ”, ujarku.
“ Hemmm… yah Bapak berdoa aja biar aku nggak hamil… weeeekkk… ”, ucapnya genit sembari mencubit pipiku.
Tubuh Fitri ambruk menindihku, nafasnya terengah dengan detak jantung yang berdetak kencang. Kami berbincang mesra sambil saling berpelukan. Mendadak Fitri terperanjat begitu melihat jam sudah menunjukkan angka 16:20 Wib. Buru-buru dia mencuci muka, memakai seragamnya dan berpamitan pulang karena tidak mau dimarahi ibunya yang cerewet. Aku tidak sempat mengucapkan terima kasih atau apalah.
Tubuh Fitri ambruk menindihku, nafasnya terengah dengan detak jantung yang berdetak kencang. Kami berbincang mesra sambil saling berpelukan. Mendadak Fitri terperanjat begitu melihat jam sudah menunjukkan angka 16:20 Wib. Buru-buru dia mencuci muka, memakai seragamnya dan berpamitan pulang karena tidak mau dimarahi ibunya yang cerewet. Aku tidak sempat mengucapkan terima kasih atau apalah.
Malam itu Astrina tidak datang menemuiku di hotel, membuatku menunggu dan semalaman tanpa kegiatan. Aku tidak tahu mengapa, tetapi aku sangat kecewa dan geregetan. Di sekolah diapun tidak ada, saat aku tanya pada Risya dan yang lainya mereka kompak menjawab tidak tahu. Sialan aku dikerjain sama Astrina. Gumamku dalam hati!! Disiang harinya, saat hampir semua guru dan murid sudah pulang tiba-tiba Astrina menghampiriku di ruang guru.
Dia memintaa maaf karena semalam tidak bisa datang dan baru bisa
menemuiku siang ini karena mendadak harus kerumah neneknya yang sedang
sakit keras. Dan dia memohon untuk memberikan nilainya dulu serta
berjanji akan menggantinya dilain waktu. Karena tidak tega aku
mengiyakan saja karena kebetulan staminaku sedang loyo kecapean
menunggu. Pengalamanku ini hanya sebuah awal yang membuat kehidupanku
berubah total, terutama dalam bidang sex dan wanita. Selesai.
