SENSASI BERCINTA DI DAPUR

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini berjudul "Sensasi Bercinta di Dapur" memberikan kita pengetahuan dan menceritakan pengalaman seorang pemuda yang bercinta di dapur. cerita ini merupakan pengalaman nyata dari seorang pria yang bernama Iwan (sekarang berumur 26 tahun) yang masih saja teringat dengan kisah mesumnya pertama kali di dapur bersama dengan seorang tantenya.


sewaktu masih duduk di kelas SMA, saya sering dititipkan oleh orangtuaku di rumah tanteku. tanteku ini memiliki tubuh yang sangat bagus yang membuat setiap pria yang melihatnya pasti langsung jatuh hati kepadanya.

tanteku merupakan seorang single parent dan telah memiliki 3 orang anak, yaitu 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. suaminya meningggal dalam sebuah kecelakaan mobil. kini tanteku berusia 37 tahun. dengan umur segitu, tanteku masih memiliki tubuh yang bagus karena dirinya pandai merawat diri.

dia memiliki tubuh yang bagus, pantat yang besar serta payudara yang masih dapat dikatakan kencang setelah memiliki 3 orang anak.

kejadian mesum kami berawal pada suatu saat saya pulang sekolah dan seperti biasa dalam kondisi lapar, saya pergi ke dapur dan menghampiri tanteku dan bertanya kepada tanteku

Tante, makan siangnya sudah siap belum?
belum wan, hari ini pembantu tidak masuk, jadinya tante agak repot dalam menyiapkan makan siang, sabar sebentar ya,

dia terlihat sangat sibuk dengan cucuran keringat dan tangannya juga kotor dipenuhi dengan bumbu masak. dengan setelan duster yang mini, tubuh indahnya terlihat. bokongnya terlihat seksi dengan 2 payudara yang sangat indah.
Iwan bantuin masak yah? tawarku
bole wan, sini. tanteku menerima tawaranku.

belum sempat aku mendekat, tiba-tiba kran air lepas dan spontan air muncrat keluar dan membasahi seluruh daster tanteku. karena air tersebut, lantas membuat tubuhnya semakin terlihat karena dasternya yang tipis. dengan tergesa-gesa aku lantas mendekat dan membantu menutup saluran airnya. tanpa disadari. aku terjebak dalam posisi seperti memeluk tanteku dari belakang dan mengenai bokongnya yang besar. hal ini lantas membuat pikiran kotorku mulai berkembang.

karena gesekan, kontolku menjadi tegang dan pikiran kotorku semakin menjadi. lantas aku menyuruh tanteku untuk menahan kran yang bocor dan berpura-pura mencari sesuatu untuk menyumbat kran tersebut. aku sudah tidak dapat menahan nafsuku. lantas aku menbuka celanaku dan langsung berusaha untuk melepaskan celana tanteku.

kamu kenapa wan? jangan wan.. tanteku menolak
karena tanteku menahan saluran air yang bocor, jadi tangannya tidak dalam menolak lagi.

setelah membuka celananya, langsung saja ku jilati vaginanya. jilatan pertamaku membuatnya gemetar. karna tangannya masih menutup saluran air, aku semakin leluasa untuk melancarkan aksiku.
semakin lama kujilati, tidak ada lagi aksi penolakan dari dirinya. aku mulai mencari klirotisnya dan menjilatinya kembali. ternyata tanteku sudah mulai orgasme. dirinya terlihat lemas. sedangkan aku masih belum melakukan apa-apa.

ahh wan.. ahhh. enak wann.... erang tanteku yang lemas dan menikmati jilatanku.
tanpa pikir panjang lagi, langsung kusiapkan senjataku dan mulai untuk melancarkan aksiku. tanganku membelah kedua pantatnya dan aku sambil mendekatkan kontolku ke vaginanya.

ahh sakit wann. pelan-pelan wan.. ahhh. ahhh.. pelahan-lahan ku mulai memasukan kontolku ke vaginanya. dan tanpa disadari, tangan tanteku sudah tidak menyumbat saluran air lagi. dan tangannya hanya bersandar di dinding cucian piring. sudah tidak ada penolakan pikirku..

kudiamkan sebentar kontolku yang sudah masuk ke dalam pangkal vaginanya. pelan-pelan kurasakan dan kunikamti vagina yang sudah melahirkan 3 orang anak ini. dan vaginanya masih terasa menggigit. begitu nikmat rasanya dalam pikiranku. dan perlahan-lahan kutarik dan kudorong kontolku.

ahhh, terus wan,,, ahh enakk...,,, tanteku mulai merasakan nikmatnya kontolku. dan sambil mengoyangkan pantatnya berlawanan arah dengan kontolku.
terus wan... ahh,, ahh,,,, terus.. pinta tanteku..
aku terus mengocokan kontolku.. teruss wann.. ahhh... ahh.... tante sudah mau keluar lagii wan... ahhhh..

teruss wan.. yang cepatt.. ahhh.. tante keluar wann...orgasmenya dibarengki dengan cengkaram yang kuat pada pinggiran cuci piring dan tubuhnya yang mulai lemas..
cabut dulu wan, tante pegell..
tapi nanti diterusin yah tante?...
iyah, nanti dari depan saja ya wan.. jawab tanteku..

tanteku pun berbalik dan duduk di atas cucian piring. akupun mendekat dan langsung mencari bibirnya. kulumat habis bibirnya yang mungil itu.. sambil berciuman, tangannya membimbing kontolku untuk ke liang vaginanya. kudorong beberapa kali kontolku ke vaginanya dan akhirnya masuk juga.

ahhh... enakk.. erang tanteku.. ciuman kami pun terlepas..
kocokan yang cepat wann... ahhh..
hebat kamu wan, kamu kuat sekalii... enakk tantee.. ahhh..
terus wann.. yang cepatt.. yang kuatt... ahhh.. enak wan.. ahhh
tanpa terasa, tubuh tanteku semakin tak terkontrol.. kepalanya meliuk-liuk karena kenikmatan.
aku hampir selesai tante.. kataku...
aku juga hampir orgasmee wann..

mao dikeluarin dimana tante? tanyaku kepadanya.
udahh gak usah dipikirin.. teruskan saja.. di dalam juga gak papa kok..
ahh enak wann... rintih tantekuu..
tante goyangg teruss.. kita keluar barengan sajaa..

crott...crott. crotttt.. akhirnya kami keluar barengan..
kamipun lemas dan istirahat sebentar... dan tiba-tiba saja tanteku seperti tersadar akan hal yang dia lakuin..

kamu nakal wan.. kamu berani melakukan hal seperti tu kepada tante..
tapi tante juga enak kan? tanyaku..

tanpa berkata apa-apa. tanteku langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.. diriku mengejarnya.. tapi tanteku keburu menutup pintu kamar mandii..
aku kembali mengajak ngorbol tanteku, tapi tidak ada jawaban dari balik kamar mandi..

-Selesai-




More aboutSENSASI BERCINTA DI DAPUR

BERCINTA DENGAN KAKAK KELAS YANG HOT

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini berjudul "Bercinta dengan Kakak Kelas yang Hot". sebut saja namaku Arjuna, saya bersekolah di negeri tetangga karena mengikuti pekerjaan ayahku yang berpindah-pindah lokasinya. saya masuk ke salah satu sekolah di negeri tetangga dan duduk di kelas 1 SMA. pertama kali sekolah disana saya merasa takut tapi akhirnya aku terbiasa juga. berikut cerita selengkapnya.


Aku ingat benar pada hari aku masuk sekolah saat waktu upacara hari senin, aku melihat seorang teman wanita yang mana dia kelihatan sangat terburu buru karena sedikit telat dalam upacara, aku melihat dia dalam hati bicara cantik juga cewek itu, setelah aku mendapat info ternyata dia adalah kakak kelas ku dan dia kelas 3 namanya Nara.
"Cute juga nama dia".

Tiba -tiba dari belakang ada rekan sekelas memegang bahu aku.

"Ngapain kamu nanyain tentang kakak aku?".

Buset dah, kaget aku. Aku cuma takut dipukulin soalnya dia 'gangster' di sekolahan.

"Ah..enggak kok. Nanya doank" kata aku dengan gementar.

Balik dari sekolah aku terus ngebayangin tuh cewek. Aku tidak bisa ngilangin dia dari pikiranku. Gila cantik banget. Bibirnya yang kecil dan tipis, buah dadanya yang montok (mungkin boleh dibilang lebih besar dari ukuran teman sebayanya), betisnya yang putih dan mulus, pokoknya sangat sempurna. Aku cuma bisa ngebayangin kalau dia mau sama aku.

Di suatu pagi yang cerah, aku sama nyokap pergi ke deretan toko-toko di deket rumah. Maksudnya sih mau nyari toko musik, soalnya aku mau belajar main gitar.

Setelah kira-kira 1 bulan baru aku tau bahwa guru gitar aku sama dengan adiknya Nara. Terus guru aku tuh nyaranin kita berdua ngadain latihan bersama di rumahnya. Aku girang banget. Mungkin ada kesempatan aku ngeliatin wajah cantik kakaknya. Yah.. walaupun kagak "buat", ngeliat wajahnya juga udah cukup.

Waktu liburan semester adiknya (Kemal) mengundang aku ke rumahnya untuk latihan gitar bersama. Terus aku tanya ada siapa aja di rumahnya.

"Aku sama kakak aku doank kok" jawabnya. Wah.. berdebar-debar nih rasanya. Tapi aku juga rasa diri aku sendiri bodoh. Soalnya dia aja kagak kenal aku, malahan cuma ngobrol sekali-sekali melalui chatting. Tapi aku tidak peduli.

Kemal sebenarnya belum pastiin kapan aku bisa datang ke rumahnya. Tapi aku tidak peduli dan datang ke rumahnya hari itu karena aku cuma ada waktu pada hari itu. Sampai di depan pagarnya aku neken bell. Kelihatannya sepi. Tiba-tiba pagar terbuka (pagar otomatis nih) terus kakaknya muncul.

"Nyari siapa?".

"Kemal" aku bilang.

"Wah, maaf, Kemalnya nggak ada tuh."

Wah.. sekarang baru aku sadar suara Nara ternyata lembut lagi 'cute'.

"Oh.. ya udah, terima kasih."

Aku muterin badan aku, belagak mau pergi gitu. Tiba-tiba suara yang lembut itu terdengar lagi.

"Eh.. nggak masuk dulu? Daripada capek bolak-balik mendingan tunggu di sini."

Wah!! Peluang emas!

Terus aku masuk dan di hidangin minuman dingin sama Nara. Terus dia duduk di hadapan aku ngajakin aku ngobrolin sesuatu. Dalam sekelip mata, pemandangan di depan aku menjadi sangat indah. Kebetulan dia memakai baju T-Shirt tipis dan skirt pendek jadi aku bisa ngeliat bahagian pahanya yang putih mulus. Sekali-sekala aku ngelirik ke bagian dada dan pahanya. Aku rasa sih dia tau tapi dia belagak nggak peduli.

"Kapan Kemal balik?" tanya aku.

"Nggak tau kayaknya sih nanti jam 6"

Aku ngelirik jam tangan aku. Sekarang jam 2 petang.

Kira-kira selama 15 menit kami ngobrol kosong. Tiba-tiba ntah gimana jam di meja sebelahnya jatuh. Kami terkejut dan dia terus membereskan benda-benda yang berserak. Dari belakang aku bisa ngeliat pinggulnya yang putih mulus.

Tiba tiba jeritan kecilnya menyadarkan lamunan aku. Ternyata jarinya terluka kena kaca. Naluri lelaki aku bangkit dan terus memegang jarinya. Tanpa pikir panjang aku isap aja darah yang ada di jarinya. Waktu darahnya udah beku aku mengangkat wajah aku. Ternyata selama ini dia ngeliatin aku. Tiba-tiba dia ngomong

"Jun, kok lu ganteng banget sih?"

Aku hanya tersipu malu. Terus aku diajakin ke tingkat atas untuk ngambil obat luka. Waktu duduk di sofa, aku usapin aja tuh obat ke jarinya. Tiba-tiba datang permintaan yang tidak disangka-sangka.

"Jun, cium aku dong, boleh nggak?".

Aku bengong doank nggak tahu mau jawab apaan. Tapi bibirnya udah deket banget ama bibir aku. Langsung aku lumat bibir mungilnya. Dia memejamkan matanya dan aku nyoba untuk mendesak lidah aku masuk ke dalam mulutnya. Dia membalas dengan melumat bibir aku.

Tanpa sadar tangan tangan aku udah merayap ke bagian dadanya dan meremas-remas payudaranya yang montok dari luar pakaiannya. Dia mendesah lirih. Dan mendengarnya, ciuman aku menjadi semakin buas.

Kini bibir aku turun ke lehernya dan kembali melumat dan menggigit-gigit kecil lehernya sambil tangan aku bergerak ke arah skirt pendeknya dan berusaha meraba-raba pahanya yang putih dan mulus.

Tiba-tiba tangannya membuka resleting celana aku dan coba meraih penisku. Aku semakin ganas. Aku elus-elus celana dalamnya dari luar dan tangan aku satu lagi meremas-remas payudaranya yang montok. Dia mendesah dan melenguh.

Akhirnya aku berhenti melumat bibir dan lehernya. Aku coba melepaskan t-shirtnya yang berwarna pink. Tetapi tangannya mencegah.

"Ke kamar aku aja, yuk!"

Ajaknya sambil menuntun tangan aku. Aku sih ikut aja. Aku kunci pintu kamarnya dan langsung aku raih t-shirtnya hingga dia hanya mengenakan bra putih dan skirt birunya. Aku kembali melumat bibirnya dan coba membuka kaitan branya dari belakang.

Sekarang dia bener-bener telanjang dada. Langsung aku lumat payudaranya. Aku remas-remas dan aku jilatin puting kiri dan kanannya.

Tanpa disadari dia mengerang.

"ummh..ahh..!"

Aku malah lebih bernafsu. Tiba-tiba tangannya yang lembut meraih penis aku yang sangat besar. Kira-kira 14 cm panjangnya. Dia langsung mengelus-elus dan mulai mengocok penis aku itu. Aku mengerang

"Ahh..Nara..terusin..ahh!"

Kira-kira 15 menit aku melumat payudaranya. Sekarang aku nyoba ngebuka skirt hitamnya. Setelah terlepas aku tidurin dia di ranjang dan kembali melumat bibirnya sambil mengusap-usap vaginanya dari luar CDnya dan tangan aku yang satu lagi memelintir puting payudara kanannya.

"Ahh.. Arjun.. ummhh!" Erangnya.

Akhirnya kami berdiri. Dia melepaskan baju dan celana aku dan meraih penis aku yang sangat tegang. Dia nyuruh aku duduk. Terus dia jongkok di depan aku. Dia nyium kepala penis aku dan menjilatnya. Kemudian die berusaha mengulum dan menghisap penis aku yang besar. Aku mengerang keenakan.

"Ummhh..Nara..!!"

Akhirnya aku nggak tahan dan menyuruhnya berhenti. Aku nggak mau keluar terlalu awal.

Terus perlahan-lahan aku lepasin celana dalam putihnya dan memandang sebuah lubang berwarna merah jambu dengan bulu-bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya. Langsung aku tidurin dan aku kangkangin kakinya.

Kelihatan vaginanya mulai merekah. Aku yang udah nggak tahan terus menjilati dan menghisap-hisap bahagian selangkangan dan menuju ke arah vaginanya. Aku isep dan jilatin klitorisnya. Nara menggelinjang keenakan sambil mendesah dan mengerang.

"Awwhh.. uhh.. Arjun..!!

Tiba tiba orgasme pertamanya keluar. Tubuhnya menggelinjang dan dia menjambak rambut aku dan sprei di ranjangnya.

Kemudian aku melebarkan kedua kakinya dan mengarahkan penis aku ke arah lubang kenikmatannya. Sebelum aku masukkin aku gesekin dulu penis aku di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan.

Akhirnya aku dorong penis aku ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit kerana baru 1/3 dari penis aku masuk. Perlahan-lahan aku tarik lagi dan aku dorong sekuat-kuatnya. Ketiga kalinya baru berhasil masuk sepenuhnya.

"Aawwhh..sakit, Jun!!"

Dia mengerang kesakitan. Maka aku berhenti sejenak nunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya aku mulai bergerak maju mundur. Semakin lama gerakan aku semakin cepat. Terasa penis aku bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.

"Ahh..Nara..enakk!!"

"Mmhh..awwhh..Jun, terus, cepet lagi!"

Aku semakin bernafsu dan mempercepat genjotan aku. Akhirnya dia menjerit dan mengerang tanda keluarnya orgasme ke dua.

Lantas kami berdiri dan aku puter badannya hingga membelakangi aku (doggy style). Aku tundukkin badannya dan aku arahin penis aku ke arah vaginanya dan aku genjot sekali lagi. Kedua payudaranya berayun-ayun mengikut gerakan genjotan aku. Aku pun meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan mencari putingnya yang sangat tegang. Kami berdua banjir keringat.

Aku puter putingnya semakin keras dan payudaranya aku remas-remas sekuat-kuatnya.

"Ahh, Arjun..aku pingin keluar..!!" jeritnya.

Terus aku percepat gerakan aku dan die menjerit untuk orgasmenya yang kali ketiga. Aku pikir-pikir aku ni kuat juga ya.. Tapi aku juga merasa mo keluar sekarang. Aku nggak sampai hati ngeluarin sperma aku di vaginanya. Langsung aku cabut penis aku dari vaginanya dan aku puter badannya. Aku arahin penis aku ke mulutnya yang langsung mengulum dan melumat penis aku maju mundur. Aku mengerang kenikmatan

"Akhh..Nar, aku keluar..!!"

Aku semburin sperma aku didalam mulutnya dan ditelannya. Sebagian mengalir keluar melalui celah bibirnya. Terus penis aku dibersihin dan dijilatin dari sisa-sisa sperma.

Kemudian aku ngeliat jam di meja. Pukul 5.30!! Mati kalau nggak cepet-cepet. Selepas kami memakai baju semula dia ngucap terima kasih ke aku.

"Makasih, Ron! Belum pernah aku ngrasa sebahagia ini. Sebenarnya dari pertama kali aku ngeliat kamu aku udah suka" Katanya.

"Oh, emang mungkin jodoh kali soalnya waktu ngeliat kamu di gerbang sekolah aku juga udah suka." kata aku.

"Tapi gimana dengan adik kamu?"

"Nggak apa-apa, dia juga nggak bakalan marah. Adik aku bentar lagi datang. Jadi latihan bareng nggak?"

"Nggak, ah. Males, udah letih latihan tadi" kata aku sambil tersenyum.

Dia pun balas tersenyum. Akhirnya aku balik rumah dengan perasaan gembira. Mimpi aku udah tercapai.
More aboutBERCINTA DENGAN KAKAK KELAS YANG HOT

SKANDAL SEKS DENGAN ISTRI TETANGGA

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini akan menghadirkan sebuah skandal seks dengan istri tetangga yang berjudul "Skandal Seks dengan Istri Tetangga". penasaran dengan ceritanya? baca cerita selengkapnya di bawah ini.

 
cerita ini bermula sejak aku diterima kerja di sebeuah perusahaan swasta. jadi aku harus mengontrak sebuah rumah kecil yang lokasinya berdekatan dengan rumah lainnya. Pertama kali aku kontrak aku merasa agak sepi karena aku tidak mengenal siapa pun yang ada disitu, namun setelah beberapa minggu tinggal disana, aku sudah mempunyai tetangga yang sangat akrab denganku, tepatnya sebelah rumahku. Namanya adalah mbak Maya dan mas Dedi, mereka berdua adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah kurang lebih 6 bulan. Mas Dedi bekerja disebuah perusahaan kontraktor dan mbak Maya nganngur saja dirumah.

mbak Maya umurnya masih muda sekitar 27 tahun, terlihat dari bentuk tubuhnya yang masih bagus dan juga wajahnya yang manis sekali, apalagi ketika mbak Maya tersenyum, membuat hatiku klepek-klepek. Mbak Maya juga mempunyai dua buah payudara yang sangat enak dilihat karena sangat kencang dan juga lumayan besar sekitar ukuran 36B. sungguh sebenarnya aku suka dengan mbak Maya, namun mau gimana lagi sementara ini aku hanya bisa melihat tubuhnya yang seksi itu saja.

Singkat cerita, suatu hari aku memilih cuti kerja karena badanku terasa pegal-pegal, mungkin karena terlalu sering bekerja lembur. Aku pun berniat ke warung untuk membeli balsem urut, dan didepan ada mbak Maya sedang menjemur pakaian.
“mas, ga kerja?”
“enggak mbak, badan saya pegel-pegel soalnya, lagi izin cuti.”

Saat itu mbak Maya memakai kaos longgar yang tipis, sehingga agak menjiplak sketsa bra yang ia pakai, belum lagi tetes-tetes air cucian yang membasahi bajunya, semakin menambah jelas guratan bra yang ia kenakan. Buat ukuran wanita sudah menikah dan punya anak balita, tubuh mbak Maya ini masih bisa dibilang menggairahkan. 

“oh, mau dipijitin mas?”
waduh! dipijitin !
“wah gak usah lah mbak, gak enak, saya beli balsem aja deh.”
“saya ada balsem mas, kalo mau nanti saya pijitin deh sehabis jemur pakaian ya.”

Wah sepertinya niat-niat jahat sudah terkumpul di otak ku, aku terus membayangkan, bagaimana caranya nanti mbak Maya memijat tubuhku sambil terus berlanjut memijit penis ku ! hahahaha!
Selesai ia menjemur pakaian, ia pun segera menyambangi kontrakan ku. Aku pun tanpa ragu segera melucuti pakaianku sambil terus memutar otak bagaimana pijat memijat ini bisa menjadi aktivitas yang ‘lebih menyenangkan’.

“mbak emang biasa mijitin si mas ya?”
“ah enggak juga mas, mas Dedi mah jarang minta dipijitin, paling saya mas yang minta dia pijit-pijit hihihi”
wah, si mbak sudah mulai menjurus – jurus nih fikirku.
“wah asik nih ye main pijit-pijitan, bikin bujangan ngiri aja si mbak”
“hihihi ya udah biar gak iri nanti mas yang pijitin saya juga ya weeee”
eaaaaaaa ! sudah semakin memancing – mancing dia.

“ah, saya sih mau aja, tapi nanti bisa-bisa ditempeleng mas Dedi saya mbak”
“hihi ya jangan bilang-bilang mas, coba mas balikin badannya”
aku pun membalikan badanku yang tadinya terlungkup menjadi terlentang, sementara mbak Maya kini memijit dada dan perutku. Jujur saja, otong ku langsung berdiri ketika mbak Maya lebih seperti mengelus-elus perut ku ketimbang memijit.

“mas, jeans nya buka aja, sekalian paha sama kakinya saya pijit”
“oke deh mbak”

Seperti sudah saling menerima sinyal masing-masing, aku pun tanpa malu melepas celanaku hingga tersisa tinggal celana dalam ku. Mbak Maya pun terlihat sering mencuri-curi pandang ke arah penis ku yang masih terbungkus celana dalam. Aku sengaja terus menikmati pijatan dan sentuhannya agar otongku semakin tegap dan semakin membuat mbak Maya salah tingkah.

Kepala mbak Maya semakin menunduk mendekati penisku. Sambil terus memijit pahaku dengan balsem, aku terus meikmati pijatan tangan lembutnya. Karena jarak kepala dan penisku yang semakin dekat, sesekali ku angkat pinggulku agar menyentuh bibirnya, bukannya menghindar ia malah ikut menggesek2 penisku dengan bibirnya. Ah! ini sih sudah kena, tinggal eksekusi saja!

“sebentar ya mas, saya cuci tangan dulu, kayaknya kalo mau mijitin yang itu gak bisa pake balsem, nanti panas, pake sabun lebih pas, hiihi”
Kena fikirku.
Seraya mbak Maya berjalan ke arah kamar mandi kontrakanku, aku sudah tak sabar lagi, langsung saja ku ikuti dia dan ku peluk dari belakang.
“emhh, masss”

ku gerayangi payudaranya yang montok, tangan ku yg satunya meraba kearah vaginanya. Ternyata vaginanya sudah basah sejak tadi. Terasa bulu-bulu kasar menghiasi vagina nya. Kubalikan badannya kulumat habis bibirnya.
“mbak jangan bilang-bilang mas Dedi ya, mbak juga mau kan?”
“iya mas,hmmhhh hmmmmmhhh”

Dikamar mandi kecil itu kulucuti semua pakaian mbak Maya hingga ia terlanjang bulat, kujilati payudara dan putingnya, kuplintir-plintir sampai dia merem melek. semakin turun ke bawah, tak luput vagina yg dikelilingi bulu-bulu jembut nya pun ku jilati.

“ahhhhh, emmmhhhhh”
Terlihat sekali mbak Maya menikmati permainanku. Ia langsung menarik badanku dan melucuti celana dalam yg kupakai. Tanpa basa basi dia kulum habis penisku yang sudah menegang merah. Nikmat sekali kuluman mbak Maya ini, pasti mas Dedi gak bosan-bosan ML sama mbak Maya.

Aku lalu duduk di pinggirian bak mandi, ku angkat badan mbak Maya.
“mbak aku masukin aja langsung ya?”
“iya mas, ayo”

tanpa kesulitan, dengan sekali gerakan penisku habis ambles di vagina mbak Maya yg lembab. Sambil terus menggoyang goyangkan penisku didalam liang kenikmatannya, aku pun terus mencumbu pundak mbak Maya yang putih harum.

“ahh ahhh ahhh”.
sekitar 15 menit kami habiskan di kamar mandi, terlihat wajah mbak Maya sudah klimaks tapi aku tidak ingin cepat-cepat mengakhiri semua ini. ku gendong dia ke kasur dan kulanjutkan permainan kami. Dikasur kami habiskan lebih dari 3 gaya, aku tak peduli mbak Maya sudah mengerang-erang menyerah karena permainan ku yang maksimal. Aku terus memompa penisku di vaginanya tanpa ampun.

“ahh mass, aku udah gak kuat massssss, ahhhhhh”
Mbak Maya sudah 2 kali klimaks, sedangkan aku masih kokoh bertahan dan mengoyak ngoyak vagina nya yang sepertinya belum pernah mendapatkan kenikmatan ini sebelum nya.
Akhirnya di klimaks nya yang ketiga, kami bersamaan mencapai puncak kenikmatan. dengan dahsyat ku roketkan spermaku didalam vagina mbak Maya.
“ahhhhhhhhhh”

Kami pun terkulai lemas di kasur kontrakan kecil itu.
Sejak kejadian itu, jika aku kerja shift 3 selalu kusempatkan ML dengan mbak Maya dipagi hari. tak terhitung entah sudah berapa kali kami ML. Kini mbak Maya tengah mengandung seorang anak lagi, entah itu buah percintaan dari Mas Dedi atau dari aku. hahahaha.

More aboutSKANDAL SEKS DENGAN ISTRI TETANGGA

BERCINTA DENGAN PRAMUGARI SEKSI

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini menceritakan sebuah kisah yang tak kalah menariknya dengan cerita-cerita mesum sebelumnya. cerita kali ini berjudul "Bercinta dengan Pramugari Seksi". kisah ini menceritakan seorang pria yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pramugari seksi dalam perjalanan dinas pada saat dirinya bekerja. ingin tahu keseruan ceritanya? baca cerita selengkapnya dibawah ini.


Perkenalanku dengan Putri, seorang pramugari udara di suatu perusahaan penerbangan nasional, hal ini terjadi dalam perjalanan panjang dari Jakarta menuju Jayapura. Saat itu tengah malam, aku berusaha keras untuk memejamkan mata, beristirahat sejenak dan menghilangkan kantuk agar bisa melaksanakan tugas kantorku sesampainya di kota tujuan.

Kursi yang empuk berlapis kulit di kelas bisnis pesawat Boeing 737 itu, tidak mampu memberikan kenyamanan yangg aku butuhkan. Walau bagaimanapun, kursi itu dirancang sebagai tempat duduk, bukan tempat untuk berbaring dan tidur.

saat aku akan terlelap, seketika kurasakan sebuah guncangan lembut di kursiku. Seseorang duduk menghempaskan dirinya ke kursi kosong di sebelahku. Dengan perasaan agak kesal, ku buka mataku dan berniat untuk menegurnya. tiba-tiba saja, Pandanganku terpaku pada sesosok wanita berwajah cantik menarik, dengan matanya yang terlihat mengantuk, tetap bening dan indah. Sebuah senyum terlihat di bibir mungil yang merah, dan kemudian berkata perlahan

“… Maafkan saya Bapak, karena telah mengganggu tidur Bapak …”
Sambil tetap memandang dan mengagumi kecantikannya, aku berkata
“… Achh, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok …”
Kami bersalaman, lalu kudengar ia menyebutkan namanya :
“… Putri …”

Hilang sudah kantuk ku. Terlebih lagi setelah kutahu bahwa Putri adalah sosok wanita yang menyenangkan sebagai teman ngobrol. Ia bercerita tentang suka dukanya sebagai pramugari udara. Tangan dan jarinya yg lentik seakan menari-nari di udara, mengekspresikan ceritanya. Sesekali ia menyentuh tanganku, dan tidak sungkan untuk mencubitku bila kuganggu.

Diam-diam kupandangi dan kuperhatikan seluruh bagian tubuhnya. Tingginya kuperkirakan sekitar 160 cm, langsing dan sangat proporsional. Putri memiliki tungkai kaki yang indah sempurna. Kulitnya yang putih kontras sekali dengan seragam warna birunya. Payudaranya tidak terlalu besar, namun terlihat kencang menantang. Membayangkan dirinya telentang telanjang di tempat tidur, membuat kemaluanku bangkit, membesar dan keras. Pikiran kotorku melayang jauh.

Kebersamaan kami terganggu oleh suara Kapten Pilot yang memberitahukan bahwa pesawat akan mendarat di Biak, untuk mengisi bahan bakar dan pergantian awak kabin. Setelah bersalaman dan sedikit basa basi, Putri menghilang di balik tirai. Aku melanjutkan istirahatku, sampai kemudian dibangunkan oleh pramugari udara lain, yang menawarkan sarapan pagi.

Hari-hari selanjutnya di ibukota propinsi paling timur Indonesia itu, aku di sibukkan oleh tugasku sebagai Petugas Sosialisasi salah satu program pemerintah. Sebagai
“Utusan Pusat”, aku sering diperlakukan seperti tamu agung, yang perlu dihibur dan dipenuhi segala kebutuhannya.

Aku ditempatkan di hotel Y….., yang merupakan hotel terbaik di kota itu. Beberapa tawaran untuk menyediakan
“teman tidur” kutolak secara halus. Aku takut tertular penyakit.

Waktu luang di luar tugas ku habiskan dengan berjalan kaki keliling kota. Suatu kebiasaan yang selalu kulakukan dalam setiap perjalanan, untuk lebih mengenal daerah baru. Kota Jayapura berada langsung di tepi laut berair tenang. Pada malam hari, di sepanjang tepi pantai dapat ditemui warung-warung yang menjual masakan laut, yang langsung digoreng atau dibakar di tempat. Nikmat sekali. Disanalah biasanya kuhabiskan malamku.

Di sana pula pada suatu malam, aku kembali bertemu dengan Putri yang sedang tidak bertugas, bersama dengan 2 orang teman seprofesi. Putri langsung menawarkan untuk bergabung, begitu melihatku datang. Sungguh menyenangkan berada di antara 3 gadis cantik, walau dapat kupastikan bahwa kantongku akan terkuras untuk mentraktir mereka semua. Panggilan Bapak sewaktu di pesawat, berubah menjadi “Mas” hingga membuat malam itu semakin akrab dan hangat.

Dari pembicaraan, kutahu bahwa mereka bertiga menginap di hotel yang sama denganku. Selesai makan, kami berpisah. Di luar dugaan, Putri ingin ikut denganku menikmati malam sambil berjalan kaki. Satu permintaan yang sangat sulit ditolak. Kami pun berjalan perlahan sambil saling bertukar cerita dan bercanda. Angin pantai membuat Putri kedinginan. Kulepas jaketku, lalu kupasangkan di bahunya.

Kuberanikan diri merangkul bahunya, memberikan kehangatan tambahan pada tubuhnya yang hanya dilapisi oleh T-Shirt tipis berwarna merah. Putri tidak menghindar atau berusaha menolak, malah balas merangkul pinggangku. Aku heran dengan gadis-gadis jaman sekarang. Semakin mudah untuk menjadi sangat akrab, dan menganggap bahwa hubungan antara wanita dan pria adalah biasa saja. Tidak ada lagi malu-malu atau sungkan, walaupun masa perkenalan yang terbilang relatif singkat.

Kami berjalan bagaikan dua kekasih yang sedang bermesraan. Tanganku tersapu oleh ujung rambutnya, dan sesekali kurasakan kepalanya menyandar di bahuku. Birahiku terpicu, otak kotorku berpikir keras mencari akal untuk membawanya ketempat tidur di kamar hotelku. Kelaminku mengembang keras, membuatku merasa tidak nyaman karena terjepit oleh ketatnya celana jeans yang kukenakan. Mulut kami berdua diam seribu basa, memberi kesempatan untuk menikmati sentuhan kebersamaan dalam keheningan.

Langkah demi langkah membawa kami memasuki lobby hotel. Kuajak Putri ke Coffee Shop, untuk menikmati secangkir minuman hangat sambil menikmati musik hidup. Aku memilih tempat agak di pojok, agar tidak terlalu menarik perhatian orang. Kuperhatikan sekeliling, beberapa pasangan asik berpelukan, sedangkan beberapa gadis berpenampilan seronok duduk sendirian. Inilah mungkin yang disebutkan oleh kawan-kawanku sebagai “Ayam Manado”, sebelum aku berangkat beberapa hari lalu…

Tanganku tetap memeluknya, sementara Putri menyandarkan kepalanya di dadaku. Kurasakan kakinya bergoyang perlahan mengikuti irama musik. Wangi rambutnya membuatku ingin mencium kepalanya. Tapi, apakah ia akan marah? Apakah ia akan tersinggung? Sejuta pertanyaan dan kekhawatiran muncul dalam pikiranku.

Sementara di sisi lain, otakku masih terus berputar mencari akal untuk membawanya ke kamarku malam ini. Jantungku berdebar keras, sementara kelaminku semakin besar dan keras. Musik dan suasana romantis tempat itu tidak lagi menarik untukku. Bagaimana dan bagaimana… pertanyaan itu yang terus menerus muncul.
Perlahan kucium ubun-ubun kepalanya, sambil berkata :

“… Putri, sudah malam, kita bobo yuk …”

Ia hanya mengangguk sambil berdiri. Setelah menyelesaikan pembayaran, kami berjalan menuju lift. Tanganku masih merangkul bahunya, walaupun ia tidak lagi memeluk pinggangku. Kutekan tombol angka 3, untuk menuju lantai dimana kamarku berada. Aku sengaja tidak bertanya di lantai berapa ia tinggal, dan ia pun hanya diam saja. Putri juga tidak berusaha untuk menekan tombol lain. Dalam hati aku bertanya-tanya, jangan-jangan kamarnya satu lantai dengan kamarku.

Sambil menyender ke dinding lift, kutarik ia dan kusandarkan membelakangiku. Kupeluk ia dari belakang, sambil sesekali kucium rambut kepalanya. Jantungku berdetak semakin cepat, sementara kelaminku semakin sakit terhimpit celana jeansku yang cukup ketat. Mudah-mudahan pantatnya yangg tepat menempel ke kelaminku tidak merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Pikiranku masih bertanya-tanya, mau…? tidak…? mau…? tidak…? sampai kemudian pintu lift terbuka.

Sambil terus berada dalam pelukanku, kubimbing dia menuju kamarku. Tidak ada perlawanan atau penolakan kurasakan. Setan yang berada dalam pikiranku menjerit senang. Malam ini akan terjadi pergumulan birahi yang panas. Dalam hati aku berniat untuk memberikan kepuasan yang tidak terbendung padanya, seperti yang biasa kuberikan dalam petualangan-petualangan asmaraku, termasuk pada istriku tercinta…

Begitu pintu terkunci, sambil tetap berdiri kupeluk dan kucium bibirnya dengan lembut walaupun penuh nafsu. Putri membalasnya dengan tidak kalah ganasnya. Lidah kami bertemu, saling berpagutan dan berkaitan. Kutelusuri geligi dan langit-langit mulutnya dengan lidahku yang cukup panjang, kasar dan hangat.
Putri merintih lirih :

“…Aaaccchhh…”

Tangan kananku perlahan mengusap dan menelusuri punggungnya yang masih terbalut T-Shirt, sementara jacketku sudah lama terlempar jatuh. Dari leher, perlahan turun ke bawah, ke arah pinggang mencari ujung kaos, lalu kembali ke atas melalui sisi bagian dalam. Kurasakan kulit punggungnya sangat halus dan mulus. “…Klik…”, tanganku ynag sudah sangat terlatih berhasil melepas pengait BH-nya dengan sangat hati-hati.

Dengan kedua tangan, perlahan kutarik kaos itu ke atas sampai terlepas sama sekali. Dengan perlahan dan hati-hati, kedua tanganku segera bergerilya menelusuri kedua bahunya, pangkal lengannya, pindah ke pinggang, perut, perlahan ke atas menuju payudaranya. Sementara itu, kedua tangannya telah berhasil membuka Polo Shirt yang kukenakan. Tanganku sudah hampir sampai ke payudaranya, ketika tiba-tiba ia mendorongku perlahan.

“… Maaf Mas, Putri pipis dulu yha …” katanya sambil berjalan membelakangiku menuju kamar mandi.

Kuperhatikan kulit punggungnya yang putih dan mulus, nyaris tanpa cacat. Pinggul rampingnya yang masih terbalut celana jeans, terlihat semakin indah dan merangsang. Tidak sabar rasanya untuk segera melumat tubuhnya, membawanya mengawang tinggi menuju tingkat kenikmatan yang tidak terkira…

Sementara menunggu, aku tersadar bahwa aku belum membersihkan diri. Kebiasaan yang selalu kulakukan sebelum bercinta dengan wanita manapun. Aku selalu menjaga kebersihan, dan berusaha untuk menggunakan wangi-wangian beraroma lembut, yang kuyakini dapat meningkatkan gairah wanita. Dari kamar mandi terdengar gemericik air, yang menandakan Putri juga sedang membersihkan dirinya.

Ternyata Putri termasuk tipe wanita yang kusukai, selalu membersihkan diri sebelum bercinta. Walau dalam keadaan birahi tinggi, aku tetap merasa terganggu dengan bebauan yang kurang sedap, dari kelamin wanita yang tidak bersih. Kubuka dompetku, lalu kuambil karet pengaman merk terkenal yang selalu kubawa kemanapun aku pergi. Kusisipkan ke bawah bantal tempat tidur, agar mudah mengambilnya pada saat dibutuhkan nanti…

Putri keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya terbalut handuk. Rupanya dia benar-benar mau dan bersedia bercinta denganku.

“…Sebentar sayang, sekarang giliranku untuk membersihkan diri…” kataku sambil mencium keningnya lalu berjalan ke kamar mandi.

Sayup-sayup kudengar suara TV yang baru dihidupkan olehnya. Setelah menggosok gigi dan berkumur dengan larutan antiseptik, kubersihkan kemaluanku dan sekitarnya dengan sabun. Siraman air dingin tidak mampu mengurangi kekerasannya. Kemaluanku tetap mengacung gagah, besar dan berurat.

Putri sedang duduk di pinggir tempat tidur, saat aku keluar dari kamar mandi, juga dengan hanya terbalut handuk. Kuhampiri dirinya, ia berdiri lalu kami berciuman. Dari mulutnya tercium aroma obat kumur antiseptik milikku, membuatku semakin terangsang.

Tangannya membuka belitan handuk di pinggangku, membuat kemaluanku terbebas lepas, mengacung besar dan keras. Perlahan tangannya menyentuh pusarku, perutku, lalu perlahan turun ke bawah. Putri mengusap-usap rambut kemaluanku yang cukup lebat, sebelum kemudian mengelus dan menggenggam lembut batang kebanggaanku itu. Jemari tangannya yang halus, menimbulkan rasa nikmat yang amat sangat. Tanpa kusadari, akupun merintih perlahan

“…Aaaccchhhh…”

Kulepas handuk yang melilit tubuhnya, kemudian perlahan tapi pasti kedua tanganku merambat perlahan menuju kedua bukit kembarnya yang halus dan putih. Setelah kutelusuri inci demi inci, kuremas lembut, dan kujepit puting susunya dengan jari, lalu kupelintir sambil sesekali kutarik. Kubuka mataku, menikmati parasnya yang cantik. Matanya tertutup sementara bibirnya terbuka sedikit, sungguh seksi dan merangsang.

Putri melepas ciumannya, kemudian perlahan menciumi tubuhku. Dari dagu, leher terus ke dadaku, kemudian mengulum dan menggigit perlahan puting kecil di dadaku. Aku hanya mampu mendongak, menikmati sensasi yang tidak terkira. Dengan lidahnya yang hangat, ditelusurinya tubuhku perlahan turun ke arah perut, menciumi pusar, lalu terus turun. Tidak sabar aku membayangkan kenikmatan apa yang akan kuterima selanjutnya. Perlahan, diciumnya kepala kemaluanku yg memerah, kemudian dimasukkannya ke mulutnya, sampai menyentuh tenggorokannya. Bukan main nikmatnya.

“… Uuuhhhh…. hhhhh…. aaaaccchhhh… hhhhh….” Aku cuma sanggup merintih nikmat.

Perasaan nikmat dan mendesak kuat ingin keluar, kutahan sebisanya. Aku hampir mencapai titik kenikmatan tertinggi, dan itu tidak boleh terjadi secepat ini. Harus kuhentikan !! Kupegang kepalanya, kemudian kutarik tubuhnya perlahan.

“…Adddduuuhhh, nikmat sekali Putri, nikmat sekali…” kataku sambil kemudian mencium bibirnya.

Lidah kami berkait dan bertaut dengan ganas, membuat nafasnya semakin memburu…
Sambil tetap berciuman, kubimbing ia menuju tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya, lalu kutindih ia dengan tubuhku. Kulepaskan ciumanku dari bibirnya. Kucium keningnya, kedua matanya, pipinya, dagunya, dan kedua telinganya bergantian. Nafasnya semakin memburu, sementara jari-jari kedua tangannya meremas rambutku.

Dengan lidah, kumulai penelusuran tubuhnya melalui leher. Perlahan turun, menuju belahan dadanya, kemudian naik ke puncak bukit indah miliknya. Kukitari puting susunya, sebelum kukulum dan kuhisap dengan mulutku. Sementara itu, tangan kananku yang bebas meremas dan mempermainkan puting susu sebelahnya. Putri meracau tidak jelas, sementara kuku jarinya mulai menghunjam kulit kepalaku….

“…Adddduuuuhhhh Massz… Aaaaccc…. yhhaaaaa…. hhhhh…..”

Puas bermain di payudaranya, kulanjutkan penelusuran semakin ke bawah, menuju kemaluannya. Aku memposisikan tubuhku di antara kedua kakinya yang terbuka. Kemaluannya terlihat basah dan lembab. Bulu-bulu halus yang tidak terlalu lebat, tertata rapi dan hitam, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih mulus. Dengan jari tengah, kuusap dan kumainkan klitorisnya. Pinggangnya terangkat, membuat tubuhnya melengkung. Perlahan, kuciumi kemaluannya yang wangi, kujulurkan lidahku, lalu kumainkan klitorisnya. Aku sempat melihat kepala Putri yang terlempar ke kiri dan ke kanan menahan nikmat. Jari jemarinya semakin ganas meremas kepalaku.

“…Aaaawwwww…. Aaaaccchhh… yhaaaaa… yhaaa… yhaaa… aaaccchhh… hhhh…. aaadddduuuhhhh…. tttterrrussss… terus !! ach… ach… ach… Aaaaaaaaahhh…”

Kedua pahanya menjepit kuat kepalaku, kemudian tergeletak lemas. Kutahu Putri telah mencapai puncak kenikmatannya.

“… Itu baru yang pertama sayang, rasakan dan nikmati yang selanjutnya …” kataku dalam hati.

Tidak berlama-lama, dengan perlahan dan sangat hati-hati, kumasukkan jari tengah tangan kananku ke dalam rongga kewanitaannya. Tidak ada yang menghalangi, menandakan Putri sudah tidak perawan lagi. Tidak mengapa, malah lebih baik pikirku. Aku jadi tidak memperpanjang dosaku memerawani anak orang lagi…

Kusentuh seluruh dinding rongga yang halus dan hangat itu dengan ujung jariku. Kadang kutekan sedikit keras, membuat nafsu birahinya kembali bangkit. Dengan posisi telapak tangan mengarah ke atas, kutekuk jariku menyentuh dinding rongga bagian atas. Kulanjutkan penekanan di beberapa tempat, sambil kuperhatikan reaksi tubuhnya.

“… Awww, aduh, Mas, maaf… rasanya ingin pipis lagi…” katanya tiba-tiba.
“…Sayang, tahan dan bernafaslah dengan teratur. Aku akan memberimu kenikmatan yang lain. Relaks saja dan nikmati…” Kutekan-tekan jariku berulang-ulang pada titik tersebut hingga menyerupai getaran.

Kepalanya kembali terlempar kekiri dan kekanan. Matanya terbelalak ke atas, hinggga hampir tidak terlihat bagian hitamnya. Tangannya telentang pasrah, masih lelah dan lemas.

“… Aaaacchhh… Aaaaccchhhh… Aaaaccchhh…” erangannya semakin keras.

Perlahan kuposisikan kepalaku di depan kewanitaannya, kujulurkan lidahku, kemudian kuelus, kumainkan dan kupelintir sambil sesekali kumainkan klitorisnya. Putri teriak tdk tertahankan

“….AAAAAACCCCHHHH…. YYYHHHAAAA… YYYHHHAAAA…. Ampuuuunnnnn…. Aaaaccchhhhh….”

Tangannya kembali buas meremas kepalaku, sementara kedua pahanya kembali menjepit kepalaku dengan kuat. Punggungnya terangkat tinggi membuat tubuhnya melengkung. Kulanjutkan penekanan pada titik bagian atas rongga kewanitaannya, sambil lidahku terus mengelus, memelintir dan mempermainkan klitorisnya. Tiba-tiba Putri terduduk, dengan kasar ditariknya kepalaku yang sedang asik bermain di kewanitaannya, lalu digigitnya bibirku. Sakitnya cukup lumayan, tetapi kubiarkan saja. Kutahu ia hampir mencapai puncak kenikmatannya yg kedua. Dengan mengerang keras

“….AAAAAACCCHHHHHHHH…”

Tubuhnya mengejang lalu terlempar keras ke belakang, ke atas kasur tempat tidur. Rongga kewanitaannya terasa mendenyut-denyut, menjepit erat jari tengahku yang masih berada di dalam. Tidak lama kulihat tubuhnya mulai melemas. Telentang pasrah telanjang di atas tempat tidur. Aku berdiri menuju meja, menuangkan air putih dingin ke dalam gelas. Kuteguk, kemudian kuberikan padanya setelah kembali kuisi penuh. Sambil menatapku, kulihat matanya menyiratkan kepuasan yang amat sangat, walaupun lelah. Aku paling senang melihat wajah wanita pasca orgasme, terlihat semakin cantik.

Belum sempat gelas itu kuletakkan, masih dalam keadaan berdiri di sisi tempat tidur, Putri menarik, mengelus kemudian mengulum batang kemaluanku dengan rakus, membuatnya kembali membesar dan keras. Dengan lidahnya, dijilatinya bagian bawah batangku itu, menimbulkan kenikmatan yg amat sangat.

Setelah aku meletakkan gelas, kudorong lalu kutindih tubuhnya. Mulut kami kembali berciuman, sementara satu tangannya memainkan batang kemaluanku. Tidak tahan dengan perlakuannya, tanganku masuk ke bawah bantal, mencari-cari karet pengaman yang sudah kusiapkan tadi. Kurobek bungkusnya, lalu kuberikan padanya. Di luar dugaan, dibuangnya benda itu, sambil berbisik ke telingaku “…Mas, aku baru saja selesai Mens dua hari lalu, jadi amaaannn…”

Bukan main, gadisku ini betul-betul tau apa yg terbaik.
Kubimbing kemaluanku dengan tangan, kugosok-gosokkan, kemudian secara perlahan kuturunkan pinggulku, menusukkan batang yg besar, keras dan padat itu ke dalam rongga kewanitaannya yang lembut dan hangat. Kuku jemarinya menancap keras di punggungku, dan kudengar rintihannya

“… Hhhhkkkkk…..hhhhh…. AAACCHHH…. hhhh….”

Kulihat alis matanya mengkerut sementara kedua matanya tertutup rapat. Kurasa ia agak kesakitan dimasukki oleh batang yang begitu besar, panjang dan sekeras batu. Perlahan tapi pasti, inci demi inci batang itu menguak masuk. Aku merasa sudah menyentuh dasarnya pada saat batangku belum masuk seluruhnya. Putri merintih

“…Adddduuuuhhhh…” tapi aku tidak peduli.

Perlahan dan hati-hati kutekan dan kutekan terus sampai masuk seluruhnya. Kudiamkan beberapa saat hingga Putri terbiasa, sebelum kupompa keluar masuk. Kedua tanganku menopang tubuhku agar tdk menindihnya terlalu keras, sementara pinggulku giat bergerak maju mundur berulang-ulang. Putri merintih semakin keras

“…Accchhhh…. yhhaaa… yhaaa… yhaaa… hhhhh… Awwwww… hhhkkkk….”

Tubuhnya bergoyang ke atas ke bawah, terdorong oleh tusukkan dan goyangan pinggulku. Rambutnya berantakan tergerai di atas bantal, sementara matanya tertutup rapat. Mukanya sudah terlihat santai, tanda ia sudah dapat menikmatinya. Sesekali kucium bibirnya yang terbuka sedikit, memperlihatkan geliginya yang putih tersusun rapi, sunggung menggairahkan. Butir-butir keringat mulai bercucuran di tubuhku, juga di tubuhnya. Di belahan dada diantara kedua payudaranya yang bergoyang, kulihat titik-titik keringat bermunculan. Sungguh pemandangan yg seksi dan menggairahkan.

Entah berapa lama dalam posisi itu, tiba-tiba aku ingin mencoba posisi yg lain. Kutarik kedua kakinya dan kuletakkan di pundakku. Putri protes “… Addduhhh Mazzzz, sssaakkiiittt…” Tdk terlalu kupedulikan, kupompa terus keluar masuk, berputar, maju mundur, mulanya perlahan lalu semakin cepat. Putri merintih menahan nikmat

“… Aaaachhhh…. Yhaaa… Yhaaa… Ttttteeerruuusssss… tterusss… ach… ach… ach… ach… AAAAACCCHHHHH…”

Kurasakan denyutan berulang-ulang dari rongga kewanitaannya. Putri sudah sampai ke puncak kenikmatan. Aku berkonsentrasi merasakan sensasi kenikmatan yg ditimbulkan oleh gesekan batang kemaluanku dengan rongga kewanitaannya, kupompa semakin cepat… semakin cepat… semakin cepat… dan dengan disertai erangan panjang

“…AAAAACCCCHHHHHH….” kutusukkan kemaluanku sedalam-dalamnya, kemudian kusemprotkan cairan kenikmatan sebanyak-banyaknya.

Aku pun ambruk menimpa tubuhnya…. Putri memelukku dengan erat.
Sambil kucium pipinya, aku berkata

“… Terima Kasih sayang, kamu hebat sekali …”
Putri membuka matanya, mencium bibirku lama, dan balas berkata
“… Sama-sama Mas… enak sekali Mass… ampuuunnn, nikmat sekaliii, tapi capek. Putri nggak kuat lagi…”.

Malam itu kami tidur berpelukan sampai pagi. Kami melakukannya lagi di kamar mandi, walau tdk seganas malam sebelumnya. Putri harus segera berangkat menunaikan tugasnya sebagai Pramugari Udara, sementara aku masih harus bertugas menjelaskan program pemerintah yg kusosialisasikan. Kami berpisah, dan berjanji untuk ketemu lagi… Entah kapan…
More aboutBERCINTA DENGAN PRAMUGARI SEKSI

KEPERJAKAANKU UNTUK BABY SITTER KU

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini yang berjudul " Keperjakaanku untuk Baby Sitter Ku" menceritakan diriku yang mencoba mempraktekkan adegan dalam film porno dengan baby sitterku yang telah merawatku sejak diriku kecil hingga remaja. ingin tahu cerita selengkapnya? baca di bawah ini yah..


Namaku Ginting, aku adalah seorang anak yang berasal dari keluarga yang tergolong mempunyai ekonomi menengah ke atas. Dimana Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaannya dan Ibuku sibuk dengan arisan dan shopingnya. Dari kecil aku selalu dirawat oleh baby sisterku yang bernama Mba Marni. Pada sampai suatu hari aku melakukan skandal Sex dengan Mbak Marni.
Kejadian ini berawal pada waktu teman-temanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, dan Bobi berniat main ke rumahku, untuk menonton kaset DVD bokep yang dibawa oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi mempunyai usaha rental kaset DVD di rumahnya. Pada saat itu ayah dan ibuku kebetulan sedang pergi dengan urusan mereka masing-masing. Bobi Ketika itu membawa 3 kaset bokep dan kami memang sudah berencana untuk menonton kaset bokep itu dirumahku.
Ditengah asiknya kami menonton Film Bokep, ternyata Mba Marni mengintip kami yang sedang menonton Film bokep itu. Saat itu Mba Marni mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat dan yang tahu mba marni mengintip hanya aku. Oh iya aku hampitr lupa, Mba Marni ini menjadi baby sisterku sejak dia berumur 19 tahun dan Usia Mba Marni ketika itu 27 tahun dengan status masih single ( belum menikah ).
Karena pengaruh film Bokep itu, tiba-tiba naluri lelaki keluar begitu saja. Aku ingin sekali melakukan sex seperti yang ada di dalam kaset DVD bokep yang kutonton bersama dengan teman-temanku tadi. Karena pada saat itu wanita yang ada hanya Mba Marni, maka aku berniat ingin mempraktekannya dengan Mba Marni. Kemudian aku mulai mencari alasan kepada teman-temanku untuk menyusul Mba Marni,
“ Eh teman-teman, Maaf yah Gue tinggal sebentar, Gue mau ke toilet dulu, ” ucapku,
“ Oke Nting… jangan lupa pintunya ditutup yaaa!!! ”, jawab salah satu temanku.
“ Okey bro, tenang aja, ”, jawabku.
Kemudian aku bergegas untuk keluar dari kamarku, dan ketika aku keluar Mba Marni yang ketika itu Masih berada di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di iringi nafasnya yang tidak teratur.
“ Hmm… ma… ma… ada Den Ginting ternyata ”, ucap Mba Marni menyapaku sembari membenarkan posisi berdirinya.
“ Mbak ngapain disini, pake ngintip-ngintip lagi ? ” tanyaku dengan maksud menegurnya.
Pada saat itu dalam hatiku berkata “ wah, kesempatan nih buat Gue praktekin hal yang di kaset DVD bokep tadi “.
Kemudian dengan perlahan-lahan pintu kamarku aku kunci dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mba Marni.
“ Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala. ”
“ Hmm… hmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Den Ginting ”, jawabnya.
“ Nanti aku bilangin ayah dan ibu loh, kalo Mba Marni ngintipin Ginting ”, ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas
Mba Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah,
“ Mba Marni, kamu ngintipin saya dan teman-teman itu maksudnya apa? ” tanyaku.
“ Mbak, ingin kasih minum teman-teman Den Ginting. ”
“ Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas ”, tanyaku dan memang Mba Marni ke atas tanpa membawa minuman.
“ Hmm… Hmm… ” ucap Mba Marni mencari alasan yang lain.
Dengan kebingungan Mba Marni mencari alasan yang lain dan tidak disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk badan dan buah dada Mba Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.
“ Kesini deh Mbak !!!” ucapku,
Lalu dia pun mendekat,
“ Lebih dekat lagi dong mbak !!! ” suruhku lagi,
Karena memang Mba Marni mendekat dengan sedikit malu-malu dan Masih jaga jarak, aku pun menyuruhnya untuk lebih dekat lagi,
“ Cepetan Mba lebih dekat lagi !!! gitu aja lama banget sih , ”
Mba Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa buah dadanya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mba Marni berada di selangkanganku.
“ Den Ginting mau apa ”, tanyanya.
“ Den, mau diapain Mbak ”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.
“ Udah, jangan banyak tanya ”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
“ Jangan Den… jangan Den Ginting ”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju nya.
“ Jangan Den, jangan… jangan… ” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.
Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang buah dada Mba Marni dengan kedua tanganku dan ku permainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.
“ Jangan… jangan Den Ginting ”
“ Akh… akh… jangan, jangan Den ”
“ Akh… akh… akh ”
“ Jangan… Den Ginting ”
Aku mendengar Mba Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku.
“ Ohhh… ahhhh… Den… Den Ginting… tangan ber… ” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan.
“ Ouh… ouhh… Ahhh… ” desahan nafas Mba Marni seperti lari 10 km.
Kupegang tangan Mba Marni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mba Marni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.
“ Oouhhh…ssss… ahhh… Mba… Mba ”
“ Teruss… Ahhh… Mba ”
“ Ginting, saya tidak kuat lagi ”
Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mba Marni tiduran di bawah meja makan. Mba Marni telentang di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mba Marni.
Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukan ke dalam celana dalam-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.
“ Mbak, dibuka yah celananya.” Mba Marni hanya mengangguk dua kali.
Sebelum kubuka, aku mencoba memasukan telunjukku ke dalam liang Vaginanya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.
“ Ssss… ahhhh… euhhhh ”
“ Cepat dibuka ”, pinta Mba Marni.
Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang Masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film DVD bokep yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.
Perlahan-lahan kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang Vaginanya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.
“ Ahhhh…… ”
“ Mbak mau kelluaar… ”
Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan “ keluar ”, tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Marni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang Vaginanya.
Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan ku arahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang.
“ Zlebb…. Zlebbb… ” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.
“ pellann dongg… ” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya.
“ Zlebb… Zlebb ” dan,
“ Eghhh… eghhh… ”, suara Mba Marni tertahan saat kemaluanku Masuk seluruhnya ke dalam liang Vaginanya.
“ … pelaan… ” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-ubun dan aku tidak mendengar ucapan Mba Marni.
Maka kupercepat gerakanku.
“ Eghhh… eghhh… eghhh… tolong… tolong  pelan-pelan ”
tidak lama kemudian,
“ Den Ginting, Mba keluaar laagi ”
Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan Vagina Mba Marni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk Masuk seluruhnya ke dalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat badan Mba Marni sehingga agak tersengal-sengal, tidak lama kemudian,
“ Croot… croot… crottt ” air maniku Masuk ke dalam liang Vagina Mba Marni.
Setelah Mba Marni 3 kali keluar dan aku sudah keluar, Mba Marni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Marni menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama 3 jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.
“ Ginting… tolong bukain dong, pintunya ”teriak mereka,
Maka cepat-cepat kuminta Mba Marni menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas Ibuku pulang naik Taxi.
Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-oleh Ibuku lalu kusuruh pulang. Setelah seluruh temanku pulang dan Ibuku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mba Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya.
“ Mbak, maafin Ginting yah! ”
“ Nggak apa-apa Den Ginting, Mbak juga rela kok ”
“ Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga ”, jawab Mba Marni.
Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mba Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mba Marni bersedia melakukannya.
Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mba Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMK. Papa dan Ibuku memarahiku, karena hubunganku dengan Mba Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mba Marni, Mba Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.
Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mba Marni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mba Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabar Ginting Juniorku.
More aboutKEPERJAKAANKU UNTUK BABY SITTER KU

MEMBELI BUKU YANG BERAKHIR DI KAMAR HOTEL

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini yang berjudul "Membeli Buku yang Berakhir di Kamar Hotel" menceritakan sebuah kisah seorang laki-laki yang berniat membeli buku dan sempar berebut buku dengan pembeli lainnya yang akhirnya hubungan mereka berakhir di kamar hotel. berikut cerita selengkapnya.


Perkenalkan namaku Danang, aku adalah seorang Pria yang berumur 25 tahun, aku adalah seorang Pria yang biasa-biasa saja menurutku, dengan berat badan sekitar 67 kg, tinggi badan sekitar 173 cm, bertubuh tegap dan bidang. Pada suatu hari, pada pukul jam 13.00 wib saat itu aku pergi ke sebuah toko buku di jalan Gatsu (Gatot Subroto) jakarta. Aku kesana dengan tujuan membeli buku yang terbilang sangat terbatas cetakannya.

Pada hari itu aku mengenakan kaos dan celana pendek berbahan katun. Pada siang hari itu suasana toko buku itu tampak sepi, walaupun pada saat itu waktu sedang menunjukkan jam istirahat para pekerja maupun para pelajar. Pada saat itu toko buku itu hanya ada pengunjung sekitar 10 orang, dan aku segera bergegas menuju rak yang berisikan khusus majalah. Ketika aku akan mengambil majalah tersebut, tiba-tiba ada seseorang wanita yang juga akan mengambil majalah yang sama.

Saat itu kami sempat saling berebut majalah tersebut, namun setelah beberapa detik kami pun kemudian saling melepaskan pegangan kami dari majalah tersebut sehingga majalah tersebut jatuh ke lantai. lalu, saya berkata kepada wanita tersebut,
“ Ma.. Maaf yah Tante… ”, ucapku sembari mengambil majalah tersebut dan memberikannya kepada wanita separuh baya orang tersebut.

Kalau aku melihat sekilas sih wanita itu berusia sekitar 32 sampai 35 tahun. Wanita separuh baya itu memiliki wajah oval, mempunyai panadangan mata sinis, dan tingginya badannya hampir sama denganku karena dia memakai sepatu high heels. Pada saat itu aku tidak berani menatap wajahnya lama-lama, tapi pada saat itu mataku tertuju pada payudaranya yang membusung montok dan bentuk tubuhnya yang bisa dibilang semok. Kemudian wanita itu berkata,

“ Iya Dek, nggak papa kok, Adik cari majalah ini juga yah ?? ”, tanyanya.
“ Iya Tante, hehe… ”, jawabku singkat.
“ Ini majalah sudah lama saya cari Dek, giliran nemu eh.. sekrang malah berebut sama adek, hehe ”, ucapnyanya sembari tersenyum manis.
“ Hehe, nggak papa kok tante, kata Mbak penjual bukunya sih buku edisi ini sih limited edition Tante ”, ucapku menerangkanya.
“ Eumm… Ngomong-ngomong, kamu juga suka juga fotografi ya Dek ? ”, tanyanya.
“ Nggak juga sih Tante, saya beli cuma sekedar untuk koleksi saja kok… ”, ucapku.

Setelah itu kami pun berbincang banyak hal tentang fotografi sampai pada akhirnya obrolan kami pun berakhir,
“ Bun, bunda, Salma udah dapet komik nih, salma beli 2 komik ini ya Bun ”, obrolan kami terpotong oleh seorang gadis cilik yang mengenakan seragam SD.
“ Ouh udah dapet ya Nak, ya udah, iya itu Bunda belikan 2 ”, ucapnya pada anaknya.
“ Oh iya dek Tante duluan ya dek ”, ucapnya sembari menggandeng anaknya pergi.

Pada akhirnya aku pun mengalah dengan tante itu, dan pada akhirnya aku tidak mendapat majalah itu. ya sudahlah, nggak dapet majalah nggak papa,toh aku masih bisa beli buku terbitan yang baru lainnya saja. Singkat cerita sekitar 30 menit kemudian ketika aku sedang asik membaca buku, dari belakangku ada yang menegurku,
“ Duh yang lagi asyik baca bukunya nih… ”, tegur seorang wanita kepadaku.

Setelah aku menengok ke belakang, ternyata suara wanita itu adalah tante yang berebut buku denganku tadi, hehe. Tidak kusangka dia kembali lagi ke toko ini, dan kini dia tidak bersama anaknya. Kemudian aku berbasa-basi bertanya,

“ Loh kok balik lagi sih Tante, memangnya ada ketinggalan Tante ? ”, tanyaku.
“ Nggak kok dek ”, balasnya singkat.
“ Ouh kirain. Ngomong-ngomong anak Tante dimana ? ”, tanyaku basa basi.
“ Anak tante les. Les musik dek ” jawabnya.
“ Lah, memangnya anak tante berangkat seorang diri ? ”, tanyaku lagi.
“ Nggaklah dek, anak tante di antar sama supir Tante ”, jawabnya menerangkan padaku.

Saat itu kami pun melanjutkan pembicaraan kami yang sempat terpurtus tadi. kami membicarakan tentang fotografi cukup lama, sekitar 20 menit kami ngobrol sambil berdiri sehingga sampai kaki ini pegal dan tenggorokan pun menjadi kering. Dari obrolan kami, pada akhirnya aku mengetahui nama beliau adalah Tante Rissa. Karena saat itu kami sama-sama merasa haus dan capek, pada akhirnya Tante Rissa pun mengajak aku ke sebuah restoran fast food.

Restoran itu kebetulan letaknya berada di lantai bawah toko ini. Saat itu aku mendapat tempat duduk di dekat jendela dan Tante Rissa di bangku sampingku. Karena aku dekat dengannya, saat itu terciumlah harum parfum dari tubuhnya yang tiba-tiba membuat Penisku ereksi. Saat itu aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat. Aduh bro, makin nggak kuat nih si otong, haha. Sering sekali lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin.

Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya, kena nih si tante-tante, ucapku dalam hati. Pada akhirnya dia-pun mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut,

“ Yuk kita hangout aja yuk dari sini dek !! ”, ajaknya.
“ Eumm… emang kita mau kemana tante? ” tanyaku.
“ kemana yah, terserah kamu aja deh, tante nurut ”, ucapnya mesra.
“ Eummm… kemana yah tante, ngomong-ngomong tante tahu nggak tempat yang private biar kita ngobrolnya enak ”, ucapku.

Aku berkata seperti itu dengan maksud sebuah ke sebuah hotel, motel atau semacamnya lah, hehe. Semoga saja Tante Rissa mengerti maksudku,
“ Oh kamu maunya ditempat ngobrol Private, ya Tante tahu tempat yang private dan enak buat ngobrol, hehe…”, katanya sambil tersenyum.

Setelah itu kami pun segera meninggalkan restoran itu. Saat itu kami pergi menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu ku beranikan untuk meremas-remas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Kini hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Tante Rissa yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Dari belakang aku mengesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Tante Rissa, Tante Rissa pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku.

Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Tante Rissa dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya,
“ Hemmm… kamu nakal deh dari tadi dek, kini tante jadi ngak tahan nih ”, ucapnya genit.

Setelah itu Tante Rissa-pun dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari resleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batang Penisku. Dia segera membalikkan tubuhnya, buah dada-nya yang berada di balik BH-nya telah membusung,
“ Ayo dong buka bajumu Nang ”, pintanya dengan penuh nafus dan kemesraan.

Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya. Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas.

Alhasil, taraaaaaaaaaa… terlihatlah buah dada-nya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya. Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang.

Kini Nafas Tante Rissa semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang-kadang memencetnya. Pada akhirnya mulutku sampai juga ke buah dada-nya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa bra-nya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk.

Tanpa buang waktu aku segera menikmati buah dada-nya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan. Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Tante Rissa menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras.

Dan semakin ke bawah terlihat bulu kewanitaanya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali. Kulihat Tante Rissa segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat.

Tante Rissa bergoyang maju mundur dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Tante Rissa ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Tante Rissa yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar.

Lalu kuhisap-hisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas. Tante Rissa menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya.

Kini segera kupersiapkan batang penis-ku, kuarahkan ke liang senggamanya dan,
“ Zleb…”
Sayang sekali penisku belum masuk sepenuhnya, saat itu hanya ujung batang penis-ku saja yang masuk dan Tante Rissa merintih kesakitan,
“ Aow… sakit sayang, pelan-pelan ya sayang ”, ucapnya lemah lembut.
“ Iya Ya deh Tante, aku masukin pelan-pelan, maaf ya tante ”, ucapku.

Kini aku pun mengulangi lagi, dan masih tidak tidak masuk juga. Buset nih tante, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Akhirnya aku pun menggunakan ludahku untuk untuk melumuri kepala penisku, lalu perlahan-lahan kudorong lagi kejantananku, dan
“ Zlebbb… Aghhhhhhh.. pelan-pelan sayang… ”, erangnya kesakitan.

Padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kemudian aku menarik perlahan, dan lalau kumasukan lagi dengan perlahan. Pada saat itu aku mencoba menusukan kejantananku dengan agak keras, dan,
“ Zlebbbbbbbbbbbbb… Aoww… Sssss… Aghhhhhh…. ” erang Tante Rissa diiringi air matanya yang menetes di sisi matanya.
“ Kok tante nangis sih, sakit ya, apa kita hentikan dulu ? ”, ucapku pada Tante Rissa setelah melihatnya kesakitan.
“ Jangan Sayang, udah kamu terusin aja, Ssshhhh… ”, balasnya manja.

Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kewanitaanya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kewanitaannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kewanitaannya kan kasar, terus menempel di batang penis-ku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Tante Rissa yang ketat sekali. Dengan usaha tersebut, akhirnya mentok juga batang penis-ku di dalam liang senggama Tante Rissa.

Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras. Setelah Tante Rissa tenang, segera penisku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Tante Rissa mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang senggama Tante Rissa mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kewanitaannya sedikit berkurang.

Kita-kira sekitar 15 menit aku menggenjot vagina tante Rissa, tiba-tiba Tante Rissa memelukku dengan kencang dan,

“ Oughhhhhhhh….”, jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas. Ternyata tante Rissa sudah mendapatkan orgasme pertamanya, lalu,
“ Tante udah keluar yah, ya udah kita break sebentar dulu aja Tante ”, ucapku.
“ Iya Danang sayang, tante ingin istirahat sebentar, tulang-tulang Tante terasa mau lepas rasanya ”, ucapnya dengan manja.

“ Baiklah Tante sayang, kita lanjutkan nanti aja… ”, balasku tak kalah mesranya.
“ Sayang, kamu sering ya ML sama wanita lain… ”, , pancing Tante Rissa.
“ Nggak kok Tante malahan aku baru pertama kalinya sama tante ini ”, jawabku berbohong.
“ Masak sih, tapi dari caramu tadi terlihat kamu mahir sekali, Kamu hebat Sayang banget main sex-nya, benar-benar kuat ”, puji Tante Rissa.
“ Ah tante bisa aja, tante juga hebat kok, liang senggama tante masih sempit banget sich, padahal kan Tante udah punya anak ”, balasku balik memuji.
“ Ah kamu bisa aja deh sayang, kalau masalah sempit dan mengimpit itu rahasia, hehe ”, balasnya manja.

Beberapa saat kami bercanda, kami-pun merasa lelah, dan tanpa sadar kami berdua tertidur pulas dengan posisi telanjang dan berpelukan. Kira-kira 1 jam kami tertidur, saat terbangun kami kaget, rupanya kami tertidur sudah lumayan lama. Sejenak kami mengumpulkan nyawa kami, lalu kami-pun melanjutkan permainan sex kami yang tertunda tadi. Kali ini permainan sex kami lebih buas dan liar, saat itu kami bercinta dengan bermacam-macam posisi sex.

Kini pada ronde 2 ini aku sangat senang sekali, karena pada permainan ronde 2 ini kami tidak menemui kesulitan seperti permainan sex pertama kami tadi. Hal itu disebabkan karena mungkin kami sudah sama-sama berpengalaman, dan saat itu liang senggama Tante Rissa tidak sesempit yang pertama tadi. Mungkin saja karena tadi liang senggama Tante Rissa sudah tertembus oleh keris empu gondrongku ini (penis).

Saat itu terjadilah permaian sex yang sungguh luar biasa liar dan hot. Namun permainan ini tidak berlangsung lama karena Tante Rissa harus segera pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les musik. Saat itu aku pun segera memompa kejantananku dengan tenaga penuh, dan kira sekitar 5 menit pada akhirnya penisku merasakan seperti ada yang akan menyembur, dan kemudian,

“ Crotttttttttttttttttttt… Crotttt… Crottt… Crottt ”,

Pada akhrinya aku pun mendapatkan klimaksku. Saat itu aku menancapkan dalam-dalam kejantananku di dalam liang senggama Tante Rissa. Air maniku membanjiri liang senggamanya sampai-sampai air maniku keluar lagi dari liang senggamnya itu. Singkat cerita karena tante Rissa terburu-buru, maka Tante Rissa dan aku pun segera memebersihkan diri di kamar mandi hotel. Setelah selesai, kami pun segera bergegas check out.

Namun sebelum kami berpisah, kami saling bertukar alamat dan nomer handphone agar kami komunikasi kami berlanjut dan begitu juga hubungan terlarang kami ini. Setelah itu kami pun segera mencari taksi, dan pulang dengan taksi masing-masing. Selesai.
More aboutMEMBELI BUKU YANG BERAKHIR DI KAMAR HOTEL

PESTA SEKS ABG SMU

Diposting oleh admin

Cerita Mesum Nyata kali ini berjudul "Pesta Seks ABG SMU" yang menceritakan tentang seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengajar di sebuah lembaga pembelajaran ilmu komputer. mahasiswa ini bekerja sebagai seorang guru atau intrukstur komputer. berikut cerita lengkapnya.


Kira-kira di bulan ketiga aku menjadi instruktur, aku mendapat murid yang mengambil kelas privat untuk Microsoft Office for Beginner. Sebetulnya aku paling malas mengajar beginner di kelas privat. Toh kalo cuma pengenalan ngapain mesti privat. Kalo advanced sih ketauan. Hampir saja aku tolak kalau waktu itu aku tidak melihat calon muridku tersebut.

Namanya Nancy, siswi kelas tiga SMU di salah satu sekolah swasta yang cukup borju di Jakarta. Secara tak sengaja aku melihatnya mendaftar diantar maminya, saat aku mau mengambil beberapa CD di ruang administrasi.

Tubuh Nancy terbilang tinggi untuk gadis seusianya, mungkin sekitar 168 cm (aku mengetahuinya karena saat dia berdiri tingginya kira-kira sedaguku, sementara tinggiku 182 cm) dengan berat mungkin 45-an kg. Kulitnya putih bersih, wajahnya oval dengan kedua mata yang cukup tajam, hidung yang mancung dan bibir yang mungil. Rambut coklatnya yang dihighlight kuning keemasan tergerai sebatas tali bra.

Nancy cukup cepat menangkap materi yang kuberikan. Materi beginner yang sedianya diselesaikan 24 session, dituntaskan Nancy hanya dengan 19 session. Apa boleh buat, sisa waktu yang ada hanya bisa kugunakan untuk memberinya latihan-latihan, karena kebijakan dari lembaga pendidikan tidak memperbolehkan murid mengakhiri term meskipun materi telah selesai.

Aku juga tidak diperbolehkan memberi materi yang lebih dari kurikulum yang diambil si murid. Ya sudah, aku hanya menjaga integritas saja.

Di sisa session, sambil latihan aku banyak mengobrol dengan Nancy. Gadis manis itu sangat terbuka sekali denganku. Nancy cerita mulai dari keinginannya kursus untuk persiapan kuliah di bidang kesekretarisan nanti
Tentang pacarnya, keluarganya yang jarang memberinya perhatian karena kedua orang tuanya sangat sibuk, sampai urusan… ehm seks. Aku cukup terkejut saat mengetahui bahwa Nancy sudah mulai berhubungan seks semenjak kelas tiga SMP dengan pacarnya yang berusia 7 tahun lebih tua darinya.

Semenjak itu Nancy merasa ketagihan dan selalu mencari cara untuk memuaskan nafsunya. Dia pernah pacaran dengan 4 cowo sekaligus hanya untuk mendapatkan kepuasan seksnya.

Kami saling bertukar cerita. Dan Nancy juga terkejut ketika mengetahui bahwa hubungan badanku yang pertama malah dengan ibu kost. Kami pun banyak bertukar pengalaman. Sampai akhirnya Nancy telah menyelesaikan term kursusnya, kami tetap kontak lewat telephone.

Suatu ketika Nancy memintaku untuk mengajar di rumahnya. Rupanya setelah mahir menggunakan Microsoft Office, banyak teman-teman sekolahnya yang tertarik ingin belajar juga. Nancy pun menawarkan mereka untuk ‘main belakang’.
Karena biaya kursus di lembaga tempatku mengajar cukup mahal, Nancy mengajak teman-temannya untuk membayarku mengajar di rumahnya dengan separuh harga. Sementara mereka minta kepada orang tua mereka harga kursus di lembaga.

Nancy and the gank ada enam orang termasuk Nancy sendiri. Dan aku baru tahu bahwa mereka korban kesibukan orang tuanya masing-masing. Yah, tipikal anak-anak metropolitan yang diberi kasih sayang hanya dengan uang. Angie, Vanya, Sisil, Lala dan Ike adalah teman-teman sekolah Nancy. Seru juga ngajarin mereka. Kadang aku mesti meladeni candaan mereka, atau rela menjadi bahan ledekan (karena hanya aku yang cowo).

Hari itu baru jam 11 ketika Nancy meneleponku. Dia memintaku untuk datang lebih cepat dari waktu belajar biasanya. Aku oke-oke saja karena waktunya memang cocok. Jam 2 aku sudah berada di rumah Nancy.

“Tumben Nan, jam segini udah nyuruh gue dateng.” tanyaku.
“Iya, lagi bete…” jawabnya dengan wajah agak kusut. Aku mengacak-acak rambutnya pelan, lalu mencubit hidungnya.
“Kenapa nih? Cerita dong…” Nancy tersenyum sambil mencubit pinggangku. Tiba-tiba gadis itu menarik lenganku dan mengajak ke kamar tidurnya.
“Hei..hei.. apa-apaan nih..” seruku.
“Nggak apa-apa hihihi….” Nancy terus menarikku hingga ke atas ranjangnya. Tanpa pikir panjang lagi aku segera merengkuh tubuh langsingnya yang terbungkus kaus ketat dan celana pendek. Aku lumat bibir mungilnya yang lembut.
“Mmmhh… mmm…” bibir kami Saling melumat. Nancy kelihatan asyik sekali menikmati bibirku. Kedua tangannya sampai meremas rambutku. Sementara kedua tanganku masuk dari bawah kaus untuk merengkuh payudaranya yang masih terbungkus bra.

Ugh.. bulat sekali, bentuknya betul-betul sempurna. Aku meremas-remas payudara Nancy. Gadis itu semakin bernafsu. Lidahnya semakin liar menjelajahi mulutku, dan remasan tangannya semakin erat.
Tanpa aku minta Nancy melepas sendiri kaus yang ‘mengganggunya’ berikut dengan bra-nya. Hmm.. terlihat jelas sudah dua gundukan payudaranya yang bulat dan montok. Yang aku heran kenapa kedua puting susunya masih berwarna merah muda.

Padahal Nancy cerita bahwa dia sudah sering sekali berhubungan badan. Tanpa ampun aku langsung menyambar payudaranya dengan mulutku. Lidahku menari-nari lincah mengikuti lekukan payudaranya yang indah.
“Sshh.. Riiooo….. aaahhh…” Nancy mendesah keasyikkan. Kepalaku dipeluk erat ke dadanya. Upss.. hampir aku sesak nafas dibuatnya. Lidahku terus bermain di kedua payudaranya. Juga putingnya. Hhmm.. nikmat sekali, putingnya betul-betul kenyal. Aku menggigitinya pelan-pelan untuk memberikan sensasi di puting Nancy.

“Aahh.. Yoooo….” tubuh Nancy menggelinjang menahan rasa nikmat. Kami saling berpelukan erat, dan tubuh kami bergulingan tak karuan di atas ranjang. Gairah Nancy semakin memuncak. Dengan liar gadis itu mencopoti semua kancing bajuku dan menanggalkannya dari tubuhku.
“Uuhh.. awas ya, sekarang gantian..” katanya. Aku diam saja ketika Nancy dengan penuh hasrat melepas celana panjang dan celana dalamku. Tubuhku sudah bugil tanpa busana.
Dengan penuh nafsu, Nancy langsung menyambar batang penisku yang mulai mengeras, dan mengisapnya. Aku tersenyum melihat gayanya yang buas. Aku sedikit memiringkan tubuhku agar bisa mencapai celana pendeknya.

Tanpa kesulitan aku melepas celana pendeknya dari tubuh Nancy, sekaligus dengan celana dalamnya. Hmm.. paha gadis itu benar-benar putih dan mulus. Aku segera merangkul kedua pahanya untuk melumat kemaluan Nancy yang tersembunyi di pangkal pahanya.
Kami ‘terjebak’ dalam posisi 69. Dengan liar lidahku menjelajahi permukaan vagina Nancy. Jemari-jemariku membantu membeleknya. Aahh.. aroma khas itu langsung tercium. Aku langsung mengulum klitoris Nancy yang seolah melambai padaku.

“Uughhhh.. aahhh… Yooo…. gila lo…. aahhh…” Nancy sampai menghentikan kulumannya di penisku untuk meresapi kenikmatan yang kuberikan di vaginanya. Aku tak mempedulikan desahan Nancy yang keasyikan, lidahku semakin liar menjelajahi vaginanya. Klitoris Nancy sampai basah mengkilat oleh air liurku.
Tak tahan oleh kenikmatan yang kuberikan lewat mulut, Nancy segera bangkit dari posisinya dan memutar tubuhnya yang indah. Dalam sesaat saja tubuh putih mulus itu telah menindih tubuhku. Kedua tangannya bertumpu di ranjang mengapit leherku.

“Come on Yo.. give me the real one…. ssshhhh…” desahnya penuh nafsu sambil mendekatkan vaginanya ke batang penisku. Aku membantunya dengan menuntun penisku untuk masuk ke dalam liang kenikmatan itu. Ssllppp… bbleeessss…
“Sshh… sshhh…. oooohhh…. Yoo….” Nancy merintih keasyikan seiring dengan tubuhnya yang naik turun. Sementara kedua tanganku asyik memainkan kedua puting susunya yang kenyal. Bibir mungil Nancy yang terus mendesah kubungkam dengan bibirku. Lidahku bermain menjelajahi rongga mulutnya.
Tubuh Nancy mulai menggelinjang menahan kenikmatan yang kuberikan dari segala arah. Pantatnya semakin cepat naik-turun.

Dengan gemas aku memeluk tubuh indah itu, dan berguling ke arah yang berlawanan. Sekarang aku yang menguasai permainan. Nancy merentangkan kedua belah kakinya yang putih mulus itu. Tanpa ampun aku kembali menghujamkan batang penisku yang sudah basah ke dalam vaginanya.
Nancy kembali merintih tak karuan. Sementara kedua tanganku bergerilnya menjelahai pahanya yang mulus. Dengan jemariku aku berikan sensasi di sekitar paha, pantat dan selangkangan Nancy. Tubuh Nancy semakin menggelinjang. Gadis itu tak kuasa lagi menahan nikmat yang dirasakannya. Dinding vaginanya mulai berdenyut.

“Riooo… sshhhh…. aahhhhh….” akhirnya Nancy mencapai klimaksnya. Cairan kewanitaannya membanjiri penisku di dalam sana. Tubuhnya langsung tergolek pasrah. Aku tersenyum melihat ekspresinya. Tiba-tiba Nancy merengkuh leherku dan mendekatkan ke wajahnya.
“Awas ya, bentar lagi tunggu pembalasan gue..” desahnya dengan nada menantang.
“Coba kalo bisa, gue mau liat…” jawabku balik menantang seraya mengecup bibirnya. Kemudian kami bersih-bersih bersama di kamar mandi. Aku dan Nancy mengulangi lagi permainan tadi di kamar mandi, dan untuk kedua kalinya gadis manis itu mencapai klimaksnya.

Sekitar jam setengah empat sore sebenarnya waktu belajar akan dimulai, namun Nancy memaksaku untuk melakukannya sekali lagi di ranjangnya. Gadis itu penasaran sekali karena aku belum mencapai klimaks. Semula aku menolak karena takut sebentar lagi yang lain datang. Namun Nancy membungkam mulutku dengan puting susunya. Apa boleh buat, kami kembali melanjutkan permainan.

Benar saja, sepuluh menit sebelum jam empat tiba-tiba pintu kamar terbuka. Rupanya kami baru sadar kalau pintu depan dari tadi tidak dikunci. Sisil dan Ike yang baru saja datang langsung nyelonong ke kamar setelah tidak mendapatkan Nancy di ruangan lain.

“Hei… gila lo berdua..!!!!” Sisil menjerit heboh. Aku dan Nancy yang sedang dalam posisi doggie style terkejut dengan kedatangan mereka. Aku menatap Nancy dengan bingung, tapi gadis itu tenang-tenang saja.
“Aduh Nan, lo kok gak bilang-bilang sih kalo mo barbequean… ajak-ajak dong..” cetus Ike tak kalah hebohnya. Nancy menanggapi dengan tenang.

“Udah nggak usah ribut, lo join aja langsung sini..” tanpa dikomando dua kali kedua gadis itu langsung melepas pakaiannya dan bergabung dengan aku dan Nancy di ranjang. Hmmm… aroma sabun dan shampoo yang masih segar segera tercium karena mereka berdua baru saja mandi.

Entah kenapa hari itu Angie, Vanya dan Lala kebetulan tidak datang. Angie sempat menelpon untuk memberitahu bahwa dia harus mengantar kakaknya ke dokter. Vanya ada acara weekend dengan keluarganya, sehingga harus berangkat sore itu juga. Sedangkan Lala tidak ada kabar.

Hari itu otomatis tidak ada session. Kami berempat bersenang-senang di kamar Nancy sampai menjelang malam. Aku sempat tiga kali mencapai klimaks. Yang pertama saat dengan Nancy, tapi aku harus membuang spermaku di mulutnya karena Nancy tidak mau ambil resiko.

Klimaks yang kedua ketika Ike dan Nancy melumat batang penisku berdua. Aku betul-betul tak tahan saat mulut mereka mengapit batang penisku dari sisi kiri dan kanan. Dan yang terakhir aku tuntaskan di dalam vagina Sisil.

Semula aku akan mencabut penisku untuk mengeluarkan spermaku di luar. Namun Sisil yang sudah kepalang nafsu malah mempererat pelukannya di tubuhku, hingga akhirnya spermaku menyembur di dalam. Dan pada saat yang bersamaan Sisil juga mencapai klimaksnya.

Setelah makan malam, Sisil dan Ike menelpon ke rumah masing-masing untuk memberitahu bahwa mereka menginap. Dan kami pun mengulangi kenikmatan-kenikmatan itu semalam suntuk. Di rumah Nancy betul-betul bebas, sehingga permainan kami berempat betul-betul variatif.

Kadang di ranjang, di ruang tamu, di sofa, di meja makan, di kamar mandi, di kolam renang. Yang paling gila waktu Ike mengajakku bermain di gazebo kecil yang dibangun di halaman belakang rumah Nancy. Waktu itu sudah jam 1 pagi. Asyik sekali ditemani hawa dingin kami saling menghangatkan.

Malam itu aku betul-betul akrab dengan Sisil dan Ike. Tak seperti sebelumnya, meskipun akrab namun mereka masih menganggapku seperti guru mereka, jadi masih ada rasa segan. Dari obrolan kami, aku mengetahui bahwa sebetulnya mereka berenam sama-sama pecandu seks.

Nancy cerita bahwa mereka sering sekali ngerjain anak-anak kelas satu yang baru di sekolah mereka. Rumah Nancy ini sering sekali dijadikan ajang pesta seks mereka. Aku sampai geleng-geleng mendengar kegilaan mereka.

Hari-hari berikutnya aku jadi akrab dengan mereka berenam. Di kesempatan lain aku berhasil menikmati tubuh keenam abg itu pada hari yang sama. Hubungan aku dan mereka sempat berlangsung lama, hingga akhirnya setelah mereka lulus sekolah dan mereka saling berpencar.

Vanya, Sisil dan Lala melanjutkan studi mereka ke Aus, sedangkan Ike memilih belajar di USA, Angie dan Nancy sama-sama ke Singapore. Tapi kami masih kontak via chat dan email. Beberapa bulan lagi rencananya mereka akan sama-sama pulang ke Indonesia, dan kami sudah mempersiapkan rencana pesta yang luar biasa.
More aboutPESTA SEKS ABG SMU